Categories: BERITA UTAMA

Justru Kinerja Penyelenggara yang Patut Dievaluasi

JAYAPURA – Akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Yakobus Richard tidak sepakat dengan usulan konsep pemilihan kepala daerah dikembalikan lewat DPR. Sebab menurutnya, usulan itu tidak akan mengatasi substansi persoalan di Pilkada yakni politik berbiaya tinggi.

Yakobus menyebut ini menunjukan daya politik kita mengalami kemunduran, terutama dalam hal berdemokrasi. “Indonesia belum pantas menerapkan pemilihan kepala daerah melalui DPRD,” tegas Yakobus saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Selasa (17/12).

Menurutnya, ini justru akan menimbulkan konflik kepentingan dan menimbulkan oligarki baru yang ada di pusat maupun di daerah. Sebab yang bisa mengakses kekuasaan adalah mereka yang memiliki sumberdaya sosial dan sumber daya ekonomi.

Ini juga membuat distribusi kekuasaan tidak merata dan tidak memberikan ruang kepada siapa pun yang memiliki kualitas dan kompetensi untuk dapat masuk dalam arena kontestasi, baik Pemilihan Umum (Pemilu) maupun Pilkada.

“Ini justru melemahkan citra komisi II jika wacana itu sampai ditindaklanjuti atau dilaksanakan,” tegasnya.

Lanjut Yakobus menerangkan, mestinya Pilkada maupun Pemilu harus dievaluasi dari beberapa aspek. Khusus pelaksanaan Pilkada banyak yang perlu dievaluasi, contohnya kinerja penyelenggara Pemilu apakah memungkinkan KPU dan Bawaslu dikembalikan ke model format lama dengan menggunakan sistem ad hock tidak definitif.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Masih Syok! Sulit Lupakan Kenangan Tinggal di Rumah yang Kini Telah Hangus

  Para ibu tampak lebih banyak berbaring dan beristirahat di dalam tenda. Sementara sejumlah bapak…

9 hours ago

Mitos atau Fakta, Terlalu Banyak Makan Kacang Goreng Bisa Menyebabkan Jerawat?

Pada dasarnya, kacang bukan satu-satunya makanan yang dapat dikaitkan dengan munculnya jerawat. Jerawat dipengaruhi oleh…

10 hours ago

Pemerintah Klaim Pengangguran Turun 4,65%

Dalam acara Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 Angkatan 4 yang digelar secara hibrida…

11 hours ago

Anggaran Podcast Kemenkop Capai Rp103 Miliar Dipertanyakan

Sorotan tersebut makin menguat lantaran realisasi anggaran tahun 2026 yang sebesar Rp72 miliar dilaporkan baru…

12 hours ago

Malaysia dan Brunei Bawa Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN

Malaysia selanjutnya bersiap mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri Luar Negeri Malaysia juga ditugaskan…

13 hours ago

Kepadatan Pengunjung Jadi Tantangan, Sepanjang Jalan rezeki Terus Mengalir

Memang, malam itu, santri asal Bangil, Kabupaten Pasuruan, ini sedang menjalankan tugas untuk membersihkan sampah,…

14 hours ago