Categories: BERITA UTAMA

Demo Pecah di Waena, Aparat dan Massa Sama-sama Terluka

​JAYAPURA – Aksi demonstrasi yang digalang Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama aliansi mahasiswa pada Sabtu (15/8) melahirkan situasi yang kontras di tiga lokasi berbeda. Ketegangan dan bentrokan pecah di kawasan Expo dan Perumnas lll, Waena, sementara aksi penyampaian aspirasi di Lingkaran Abepura justru berlangsung aman dan terkendali hingga selesai.

​Di kawasan Ekspo dan Perumnas lll Waena, suasana memanas sejak siang hari saat massa aksi berencana melakukan mobilisasi barisan. Kericuhan tak terhindarkan ketika aparat keamanan gabungan memperketat penyekatan untuk mencegah pengerahan long march. Gesekan fisik saling dorong antara massa dan petugas berujung pada tindakan pembubaran paksa menggunakan pelontaran gas air mata serta penyemprotan water cannon. Sejumlah peserta aksi dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.

Demo digelar untuk menyuarakan penolakan terhadap New York Agreement 15 Agustus 1962. ​Dalam orasinya, Arius Siep menilai ada ancaman keterpinggiran bagi penduduk asli Papua jika pendekatan yang digunakan terus mengedepankan keamanan dan eksploitasi lahan.

​”Pemerintah saat ini terkesan ingin menjadikan masyarakat Papua seperti ras Aborigin di Australia, yang makin tersisih dan terasing di atas tanah leluhurnya sendiri akibat serbuan investasi dan pengawasan militer yang ketat,” tegas Arius.

​Kericuhan mulai pecah ketika massa aksi memaksakan diri untuk menembus barikade demi melanjutkan jalan kaki menuju Abepura. Pihak kepolisian yang bertahan membendung pergerakan tersebut terlibat aksi saling dorong secara sengit dengan para mahasiswa. ​ ​Kepulan asap gas air mata pun tak terhindarkan. Beberapa personel kepolisian berpakaian dinas dan tim perintis langsung menyisir area sekitar guna memecah konsentrasi massa dan membatasi eskalasi agar tidak merembet ke kawasan pemukiman warga serta pertokoan.

​Di tengah ketegangan tersebut, negosiasi langsung di lapangan antara perwakilan massa dan pihak kepolisian berlangsung cukup alot. ​Bertindak sebagai negosiator aparat, Y. Gobai dari Satuan Binmas Polresta Jayapura Kota menyatakan bahwa pihak kepolisian memahami aspirasi yang hendak disampaikan oleh massa aksi. Namun, pertimbangan ketertiban umum dan kenyamanan warga setempat menjadi prioritas utama penanganan di lapangan.

Perwakilan massa, Etnes Depla ngotot agar massa diizinkan melanjutkan perjalanan. Ia menegaskan bahwa pembacaan tuntutan aspirasi harus tetap dilakukan secara terbuka di titik Lingkaran Abepura. Kondisi berbeda terlihat di titik kumpul Lingkaran Abepura. Massa aksi yang berkumpul di lokasi tersebut menyampaikan orasi politik secara damai hingga penyerahan berkas aspirasi selesai diserap langsung oleh pimpinan DPR Papua.

​Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok mengonfirmasikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Abepura selama demonstrasi berlangsung tetap stabil dan aman terkendali. Sementara menanggapi tuduhan represif dan ricuh di Waena, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrick Maclarimboen menegaskan aksi yang diusung KNPB tidak mengantongi izin operasional atau Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) resmi karena pertimbangan kerawanan keamanan di wilayah hukum Kota Jayapura.

​”Petugas di lapangan telah mengedepankan imbauan humanis dan langkah-langkah persuasif secara berulang kali agar massa tidak mengganggu ketertiban umum. Namun, ketika ada dorongan massa yang berpotensi memicu kerusuhan dan membahayakan keselamatan warga maupun anggota di lapangan, tindakan tegas dan terukur sesuai standar operasional prosedur (SOP) pembubaran massa terpaksa dilakukan,” jelas Kapolresta.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Realisasi APBD Papua 2025, Pendapatan 97,95 % dan Belanja 96,58 %

  Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…

14 hours ago

TPAKD Papua Siapkan Strategi Baru Dorong Ekonomi Daerah

  Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…

15 hours ago

Pemprov Harus Serius Kelola Aset Senilai Rp17,4 Triliun

   Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw,  menyoroti nilai aset daerah Papua…

16 hours ago

Melihat Aksi Solidaritas Masyarakat Kota Jayapura Dalam Musibah Gempa di NTT

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…

17 hours ago

ABR: Festival Kampung Tak Boleh Hilang

Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…

1 day ago

Tabrak Truk Tabung Gas, Pengendara Motor Luka-luka

  Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…

1 day ago