Sementara Sari Angraeni selaku Koordinator Harian Stranas PK mengungkapkan bahwa film ini bagian dari road show dan ia berharap nantinya ada film-film serupa yang dilahirkan oleh sutradara-sutradara hebat asal Papua. “Ini bukan sekedar perhelatan seni dan film ini memang diangkat dari kisah nyata. Terkadang korban dari ketidakadilan itu justru orang-orang yang lemah. Kita sering menyaksikan upaya menyuarakan keadilan namun justru tidak di dengar,” jelas Sari.
Diakui film ini menampilkan cerita yang tak mengenakkan namun diyakini ada banyak cerita lain yang lebih rumit yang tak terwakilkan oleh film ini. “Kami akan terus melakukan kampanye seperti ini, lewat kerja-kerja sunyi untuk memperbaiki sistem. Memang ada yang bilang film ini seperti sedang me roasting negara sendiri tapi justru kami ingin kegelisahan itu bisa membuat kita solid untuk memerangi ketidakadilan,” tutup Sari. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Pertamina Patra Niaga mengungkap alasan di balik kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis…
"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," kata Havas di Kompleks Istana…
Berdasar laporan yang diterima oleh Komjen Ramdani, lebih dari 90 persen kejahatan jalanan, insiden, dan…
Ia merupakan striker yang membunuh mimpi Persipura pada partai penentu lolos tidaknya kedua tim melaju…
Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menilai RSUP Jayapura telah menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, nyaman,…
Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Merna Cinthia, didampingi hakim anggota Irfan Amos Sampe…