Sementara Sari Angraeni selaku Koordinator Harian Stranas PK mengungkapkan bahwa film ini bagian dari road show dan ia berharap nantinya ada film-film serupa yang dilahirkan oleh sutradara-sutradara hebat asal Papua. “Ini bukan sekedar perhelatan seni dan film ini memang diangkat dari kisah nyata. Terkadang korban dari ketidakadilan itu justru orang-orang yang lemah. Kita sering menyaksikan upaya menyuarakan keadilan namun justru tidak di dengar,” jelas Sari.
Diakui film ini menampilkan cerita yang tak mengenakkan namun diyakini ada banyak cerita lain yang lebih rumit yang tak terwakilkan oleh film ini. “Kami akan terus melakukan kampanye seperti ini, lewat kerja-kerja sunyi untuk memperbaiki sistem. Memang ada yang bilang film ini seperti sedang me roasting negara sendiri tapi justru kami ingin kegelisahan itu bisa membuat kita solid untuk memerangi ketidakadilan,” tutup Sari. (ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Jayawijaya melalui kabag Ops AKP Eddy Tohir Sabara menyatakan saat ini ada beberapa kelompok…
Kegiatan pemeriksaan rutin ini mencakup beberapa sasaran utama sikap tampang dan kerapian Pemeriksaan gampol (seragam…
Penyidikan kasus insiden berdarah di perumahan Rafles Residence, Jalan Irigasi Ujung, Mimika, memasuki babak baru.…
Wakil Bupati Yalimo, Yan Kirakla, SPd, meminta aparatur sipil negara (ASN) yang saat ini berada…
- Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Dapil Papua Selatan, Indrajaya menyebutkan bahwa…
Mereka tergabung dalam Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Papua Tengah. Di setang sepeda, bendera Merah…