Munculnya RF disebutkan namanya dalam persidangan skandal mega korupsi itu, muncul setelah JPU dari Kejaksaan Tinggi Papua Raymond Bierre menanyakan kepada tiga saksi yang hadir pada saat itu (10 Maret 2025), RF yang diduga menerima kucuran dana sewa mobil VVIP sebesar Rp 4 miliar, yang sudah terbayarkan.
Dalam persidangan itu JPU menunjukkan bukti pengeluaran dana sebesar Rp 4 miliar secara cash atau tunai seperti dalam lampiran Bukti 258. Hingga persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi oleh JPU selesai, kedua nama yang disebutkan diatas tidak pernah dipanggil untuk dihadirkan keruangan sidang untuk dimintai keterangan. Kondisi ini pun menuai pertanyaan dari kalangan masyarakat tak terkecuali penasehat hukum dari terdakwa.
Salah satunya, penasehat hukum terdakwa Reky Douglas Ambrauw, Yulius Yansens Pardjer. Dalam keterangannya, Yulius meminta JPU Kejaksaan Tinggi Papua harus menghadirkan Ketua PB PON XX Papua itu keruangan sidang. Hal itu disampaikan Yulius berdasarkan fakta dalam perkembangan persidangan melalui keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, dan bukti-bukti tertulis, telah secara berulangkali menyebutkan YW dan beberapa nama lainnya.
“Faktanya dalam perkembangan persidangan melalui keterangan saksi-saksi, keterangan ahli, dan bukti-bukti tertulis, telah secara berulangkali menyebutkan YW dalam jabatannya sebagai Ketua Harian PB PON yang harus bertanggungjawab, serta beberapa nama besar lainnya,” kata Yulius dalama keterangan tertulisnya, Sabtu (26/4) lalu.
Ia menambahkan YW semestinya dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum sebagai saksi dalam persidangan agar kebenaran materiil mengenai siapa-siapa yang harus bertanggungjawab terkait penggunaan dana PON XX 2021 dapat dicapai. Sehingga harus dibuktikan dalam persidangan, agar dapat mengetahui apakah perbuatan dari para terdakwa ini hanya menikmati sendiri atau memperkaya orang lain melalui kebijakan diambil yang telah merugikan keuangan negara. (kar/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Percepatan pembangunan dan renovasi rumah tersebut merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah yang diinisiasi…
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa hasil pemantauan kondisi iklim global di Samudera Pasifik…
Ramadan bagi para penerima manfaat di Bhakti Candrasa bukan sekadar tentang menahan haus dan lapar.…
Lautan diciptakan Allah SWT bukan tanpa tujuan, melainkan sebagai anugerah agung yang menyimpan manfaat tak…
Beban Subsidi APBN: Indonesia menggunakan asumsi harga minyak tertentu dalam APBN. Jika harga dunia melonjak…
Sebagai tahap awal, 15 WNI telah dipastikan siap dievakuasi, dengan perjalanan dari Teheran ke Baku,…