Categories: BERITA UTAMA

Surpres Keluar, MRP Ingatkan Kembali Dampak Pemekaran Provinsi Papua

JAYAPURA-Menanggangi terbitnya Surat Presiden Joko Widodo tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua, Majelis Rakyat Papua (MRP) mengingatkan kembali besarnya dampak sosial di akar rumput dan memburuknya kepercayaan masyarakat pada pemerintah baik di tingkat pusat maupun di Papua.

MRP mendesak pimpinan DPR RI agar tidak tergesa-gesa dalam membahas tiga RUU Pembentukan DOB di Provinsi Papua.

Sementara itu, pimpinan dan anggota DPRD Yahukimo, Deiyai dan Dogiyai, kemarin (18/5) membawakan aspirasi masyarakat di wilayah mereka terkait penolakan DOB, desakan untuk mencabut Otonomi Khusus (Otsus) jilid 2 dan menolak pembangunan Koramil serta Danramil di Kabupaten Dogiyai.

Dalam penyampaiannya, ketua DPRD Kabupaten Yahukimo Yosias Mirin mengatakan jika kehadiran mereka ditujukan untuk menyampaikan aspirasi dan penolakan warga Yahukimo terhadap pembentukan DOB dan Otsus Jilid 2.

“Aspirasi yang kami sampaikan murni dari tuntutan masyarakat Yahukimo yang disampaikan melalui aksi demonstrasi, dan kami punya tanggung jawab untuk meneruskan kepada DPR Papua dan MRP untuk ditindaklanjuti. Ini harapan dan keinginan masyarakat Yahukimo, MRP tolong suarakan ini ke pusat,” kata Mirin.

Sedangkan Ketua DPRD kabupaten Deiyai Petrus Badokapa menyampaikan aspirasi rakyat Deiyai kepada MRP, setelah sebelumnya menyampaikan kepada DPR Papua.

“Kami sudah janji kepada masyarakat Deiyai, bahwa kami akan bawa dan sampaikan ke DPR Papua dan MRP Papua. Aspirasi itu yang kami bawa. Jadi, kami mohon dibahas dan diteruskan kepada lembaga yang lebih tinggi dan pengambil kebijakan,” kata Badokapa didampingi Wakil Ketua I DPRD Deiyai Markus Mote dan anggota DPRD Deiyai Demianus Edowai saat penyerahan aspirasi kepada pimpinan MRP Papua, Rabu (18/5) siang.

Badokapa juga menepis isu bahwa DPRD Deiyai memprovokasi rakyat Deiyai terkait DOB. Ia menegaskan DPRD Deiyai tidak pernah menambah dan mengurangi aspirasi masyarakat Deiyai. “Tolong bahas dan lanjutkan ke Jakarta lagi sesuai permintaan rakyat Deiyai,” pintanya.

Dalam kesempatan itu, Ketua MRP  Murib saat bersama pimpinan dan anggota MRP menerima aspirasi dari pimpinan DPRD Kabupaten Yahukimo, Deiyai dan Dogiyai di ruang rapat Humas MRP berjanji pihaknya akan bekerja sesuai mekanisme dan teruskan ke pihak berwenang yakni Presiden dan DPR RI.“Kami akan bahas dan teruskan sesuai mekanisme yang ada. Dan, tentunya kami akan teruskan ke Jakarta, terutama DPR RI dan Presiden,” kata Murib.

 Menurut Murib, lembaga MRP sudah dan selalu mengikuti secara cermat dinamika warga masyarakat yang ada di seluruh tanah Papua yang sudah menyatakan sikap menolak DOB dan keberlanjutan otonomi khusus di seluruh wilayah tanah Papua.

 “Masyarakat di tanah Papua itulah yang tahu dan merasakan manfaat dari seluruh kebijakan pemerintah. Jika masyarakat tidak menerima DOB dan Otsus berarti selama ini masyarakat di akar rumput sama sekali tidak pernah merasakan manfaat dari itu,” jelasnya.

 Murib juga berharap DPR RI dan Presiden untuk tidak mengabaikan aspirasi masyarakat akar rumput yang ada di tanah Papua. MRP khawatir, bila aspirasi dan harapan ini tidak didengar oleh pengambil kebijakan maka benturan sosial di tingkat bawah dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap negara akan terus meningkat.

 MRP juga menjelaskan proses uji materi atas perubahan kedua UU Otsus yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi yang akan diperkirakan segera menjatuhkan putusan. MRP juga menjelaskan telah menyampaikan aspirasi masyarakat Papua saat bertemu Presiden Jokowi, menteri, dan pimpinan Partai Politik dengan harapan aspirasi masyarakat Papua tentang Otsus dan DOB dapat diperhatikan.

 Diakhir pertemuan, pimpinan DPRD kabupaten Yahukimo, Dogiyai dan Deiyai memberikan aspirasi pernyataan sikap ke pimpinan MRP yang diterima langsung oleh Ketua MRP Timotius Murib,wakil Ketua I Yoel Luiz Mulait dan wakil Ketua II Debora Mote, (oel/nat)

newsportal

Recent Posts

Wali Kota: Awasi Pembangunan di Kawasan Rawan Bencana!

  Perhatian tersebut terutama menyangkut aktivitas pembangunan di kawasan yang memiliki potensi rawan bencana, seperti…

22 hours ago

Jangan Biarkan Warga Sipil Jadi Korban Konflik

  Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) memberikan perhatian serius terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan…

22 hours ago

Layanan Publik Harus Tepat Waktu dan Bebas Pungli

   Abisai menegaskan, pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan secara konsisten sesuai standar dan waktu yang…

1 day ago

Pemprov Bentuk Tim Aset Untuk Tangani Sengketa Tanah

  Gubernur Papua, Matius Fakhiri mengatakan, pembentukan tim dilakukan untuk memastikan kejelasan status dan riwayat…

1 day ago

Perkuat Tata Kelola Daerah, Pemprov Bentuk Tiga OPD Baru

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua membentuk tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru sebagai bagian dari upaya…

1 day ago

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

1 day ago