Categories: BERITA UTAMA

Soal Pemekaran, Komite I DPD Imbau Pemerintah Perhatikan Aspirasi OAP

JAKARTA-Komite I DPD RI mengimbau pemerintah untuk memperhatikan aspirasi murni (asli) orang asli Papua (OAP) sehubungan dengan rencana pemekaran provinsi di papua dan papua barat.
Komite I DPD RI berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (18/2), dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua dan Papua Barat pada 13 sampai 15 Februari 2022 menemukan bahwa pemekaran di provinsi tersebut bukan merupakan aspirasi OAP.
“Rencana Pemekaran Provinsi Papua bukan merupakan aspirasi asli masyarakat asli Papua. Pemekaran di tingkat kabupaten justru terlihat lebih mendesak untuk dilakukan dibandingkan dengan pemekaran provinsi. Pemekaran tersebut harus memberikan manfaat yang-besarnya bagi OAP,” ujar Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi saat menyampaikan laporan pelaksanaan tugas dalam Sidang Paripurna Ke-8 DPD RI, Jakarta, Jumat (18/2).
Dikutip dari kantor berita Antara, Fachrul Razi menyampaikan di Provinsi Papua Barat, Komite I DPD RI telah menerima aspirasi terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2021 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.
Undang-undang tersebut dinilai telah memberikan kesempatan yang luas bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk terlibat dalam upaya percepatan serta pemerataan pembangunan melalui usulan pembentukan Provinsi Papua Barat Daya sebagai pemekaran dari Provinsi Papua Barat.
Selain itu, Komite I DPD RI telah menerima aspirasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Papua Barat (DRPPB), Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Dewan Adat, akademisi, dan sejumlah elemen masyarakat dalam menyikapi masa jabatan Gubernur Papua Barat yang akan habis pada Mei 2022 .
Terkait hal tersebut, pemerintah diminta untuk mempertimbangkan kekhususan yang dimiliki Provinsi Papua Barat. “Mengingat konflik yang ada di Papua Barat, menjaga menjaga, dan mewujudkan pemerintahannya, muncul aspirasi untuk memperpanjang masa jabatan gubernur saat ini. Hal ini menjadi bentuk afirmasi kekhususan yang ada di tanah Papua, termasuk dalam konteks kepemimpinan,” jelas Fachrul Razi.
Berdasarkan temuan di atas, Komite I DPD RI meminta DPD RI mendorong pemerintah agar dapat memandang Otonomi Khusus Papua secara keseluruhan serta mempertimbangkan serius aspirasi masyarakat di Papua dan Papua Barat. (Antara/nat)

 

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Nasib Rahmad Darmawan Ditentukan Pekan Depan

Menurut RD, Manajer Persipura, Owen Rahadiyan telah menjalin komunikasi untuk mengadakan pertemuan tatap muka di…

9 hours ago

Lagi, 7 Jenazah Korban Jembatan Roboh Ditemukan

Kapolres Jayawijaya AKBP. Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK menyatakan sejak hari pertama kejadian, 6…

10 hours ago

Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara Polri Transparan

Pelaksanaan tes akademik tersebut berlangsung di beberapa lokasi, di antaranya IPDN Papua, Ian Fattahul Muluk…

11 hours ago

Siap Bentuk Mutiara Digital di Batas Kota, Melawan Keterbatasan dengan Prestasi

Berbeda dengan sekolah-sekolah di jantung kota yang memiliki ribuan murid, SMKN 8 Jayapura memiliki jumlah…

12 hours ago

Abisai Rollo : Keberhasilan Implementasi Otsus Diukur dari Dampak yang Dirasakan Langsung oleh Warga Papua

Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan, kepala daerah memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan seluruh…

13 hours ago

2027, Pemkam Holtekam Fokus Perkuat Ekonomi Masyarakat Berbasis Potensi Lokal

Pemerintah Kampung Holtekam akan memfokuskan program pembangunan tahun 2027 pada penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan…

14 hours ago