Categories: BERITA UTAMA

10 Orang Tewas Dibantai KKB

JAYAPURA-Tragedi berdarah kembali terjadi di Kabupaten Nduga. Ini mengulang insiden berdarah pada kejadian karyawan PT. Istaka Karya di Desember tahun 2018 lalu yang juga terjadi di Nduga.

Kali ini 10 orang yang jadi korban, dimana  sebagian beberapa diantaranya bekerja di PT Delarosa , Nduga menjadi korbannya.

Dari laporan yang diterima Cenderawasih Pos, para korban diberondong peluru di empat lokasi. Pertama di dalam kios kemudian di atas truk, di tanjakan  pinggir jalan, di belakang kios kelontongan dan terakhir di arah jalan menuju Batas Batu.

“Ada 10  yang ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) namun satu hanya luka bacok. Ini terjadi di Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga pada sekira pukul 09.15 WIT,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Polda Drs. Ahmad Musthofa Kamal, S.H kepada wartawan dalam press rilisnya, Sabtu (16/7).

Kronologis detailnya disebutkan bahwa 10.00 WIT aparat keamanan TNI-Polri melakukan balasan tembakan kepada  kelompok tersebut  dan 10.50 WIT salah satu truk warga sipil digunakan untuk melakukan evakuasi 1 orang korban luka ringan.

Pukul 11.00 WIT sekitar 2 SSR personel Damai Cartenz dan Polres Nduga berangkat dari Puskesmas Kenyam melakukan evakuasi korban di CO 54M 211691 9489113 menggunakan 2 unit mobil Strada milik Satgas Damai Cartenz dan Polres Nduga. Pukul 11.08 WIT sekitar 2 SSR personel Damai Cartenz dan Polres Nduga kembali ke Puskesmas Kenyam dengan membawa 2 korban tewas dan 1 korban luka berat. Selang 12 menit kemudian kembali melakukan evakuasi di titik yang sama dan membawa 5 korban meninggal dan 1 orang luka berat. Kemudian pukul 12 kembali 1 jenazah ditemukan dan setelah itu seluruh aparat mulai disiagakan.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa sekira pukul 09.15 WIT berawal ketika seorang KKB   masuk ke dalam kios milik H. Sabu kemudian meminta semua orang keluar sambil mengobrak abrik isi kios.  Tak lama sekelompok KKB datang dengan membawa sejumlah senjata laras panjang   berteriak agar semua laki laki di dalam segera keluar. Dan setelah para  laki – laki keluar,  saat itu juga semuanya  dieksekusi. Situasi makin mencekam dan kejadian ini sempat diihat oleh waraga sekitar yang kemudian banyak melarikan diri.

Saat itu ada juga orang asli Papua yang ingin menyelamatkan warga pendatang namun justru ikut tertembak. Selang 30 menit kemudian muncul truk milik H. Rusdin yang membawa 5 orang warga sipil. Truk ini juga diberhentikan  dan saat itu juga kelimanya ikut diberondong dan tewas. Usai menembak membabi buta kelompok ini kemudian meninggalkan lokasi.

Laporan dari Polda Papua menyebut ada empat lokasi penembakan. Pertama 2 orang yaitu sopir dan kernet truk serta 1 pengendara sepeda motor. Lokasi kedua kios kelontongan  dimana ada 6 orang dibantai di jalan depan kios kelontong dan 1 orang di belakang kios tersebut. Lokasi ketiga,  100 meter dari TKP kedua dimana daerah tanjakan ditemukan 1 korban dan lokasi keempat adalah  1 korban yaitu sopir Bupati Nduga yang ditemukan di samping mobil atau di jalan arah menuju batas batu.

Menurut Kamal saat ini aparat keamanan tengah bersiaga setelah sebelumnya melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi menduga jika pelaku berasal dari kelompok Egianus Kogoya.

“Tim sedang mendalami fakta – fakta di lapangan. Sebab setelah menyerang warga sipil mereka langsung melarikan diri menjauh dari lokasi,” beber Kamal.(ade/ryu/nat)

newsportal

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago