Categories: BERITA UTAMA

Polda Papua Mulai Mitigasi Konflik Horizontal di Woma

JAYAPURA–Polda Papua menggelar rapat mitigasi penanganan konflik horizontal antara suku Pirime (Lanny) dan suku Kurima (Woma) yang terjadi di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (15/5). Rapat berlangsung di Ruang Kerja Kapolda Papua dan dipimpin langsung Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.

Turut hadir dalam rapat tersebut Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere didampingi Kabag Ops Polres Jayawijaya dan Kapolres Lani Jaya, sejumlah Pejabat Utama Polda Papua, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam pertemuan itu, dibahas secara menyeluruh akar persoalan konflik, kondisi keamanan terkini, dampak sosial yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah mitigasi guna mencegah meluasnya konflik di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menegaskan, penanganan konflik harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan keamanan, adat, sosial, dan keagamaan agar situasi kamtibmas tetap kondusif dan tidak menimbulkan korban jiwa tambahan.

“Polda Papua bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus melakukan langkah mitigasi agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Pendekatan dialog, adat, dan pelibatan tokoh agama menjadi prioritas dalam penyelesaian persoalan ini,” ujar Kapolda.

Dalam rapat dijelaskan, konflik bermula dari persoalan lama yang kembali memanas akibat sengketa pembayaran denda adat pasca kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang anggota DPR asal Lanny Jaya pada 2024. Proses mediasi yang mengalami kebuntuan kemudian memicu aksi saling serang antar kelompok.
Situasi semakin memprihatinkan setelah jembatan gantung di Kali Uwe roboh saat dilintasi massa. Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan warga hanyut dan dinyatakan hilang. Hingga kini, aparat gabungan bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian korban.

Dir Pamobvit Polda Papua selaku Plh Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol. Dede Alamsyah, mengatakan fokus utama aparat saat ini adalah memastikan proses pencarian korban berjalan aman sekaligus mencegah bentrokan susulan di tengah konsentrasi massa yang masih cukup besar di wilayah Woma dan Kota Wamena.

“Langkah pengamanan terus diperkuat dengan menempatkan personel di titik-titik rawan serta melakukan koordinasi intensif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

4 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

9 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

10 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

13 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

15 hours ago

Papua Dibayang-bayangi El Nino Hingga Tahun 2027

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura menerbitkan peringatan dini terkait ancaman kekeringan…

16 hours ago