Categories: BERITA UTAMA

Persoalan Tanah, Bentrok Warga Berakhir Pembakaran dan Pengerusakan Befak

Salah seorang anggota Polres Mappi sedang memberikan imbauan kepada masyarakat, untuk mencegah meluasnya keributan antar warga, di jalan Bandara Kepi, Kabupaten Mappi, Minggu (17/1). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Keributan antar warga di jalan Bandara Kepi, Kabupaten Mappi berujung pada pengerusakan dan pembakaran Befak warga, terjadi Minggu (17/1).

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal mengatakan, situasi pasca kejadian aman dan kondusif. Keributan antara sekelompok masyarakat tentang masalah tanah lokasi rencana pembangunan lapangan upacara Pemkab  Mappi yang terletak di Jalan Bandara Kepi.

“Kapolres Mappi  telah berkoordinasi dengan para tokoh masyarakat dari tiga marga yakni Marpemu, Kamakaimu dan Agemu untuk menunjuk perwakilan guna dilakukan mediasi yang difasilitasi Polres Mappi dengan mengundang pihak  Pemda Mappi yang akan dilaksanakan, Senin (18/1),” ungkap Kamal, kemarin.

Lanjut Kamal,  mediasi tersebut dalam rangka penyelesaian masalah tentang batas tanah dan pembayaran kepada yang berhak agar tidak menimbulkan sengketa.

Dijelaskan, keributan berawal sekelompok orang dari kampung Dagimon dan Kampung Baru Tanjung kurang lebih sebanyak 75 orang yang hendak menyerang rumah kediaman Valentinus Yabak Kamakaimu di jalan Bandara Kepi. Hal ini terkait permasalahan batas tanah lokasi pembangunan lapangan upacara Pemkab Mappi.

Anggota Polres Mappi yang menerima laporan masyarakat mendatangi TKP dan langsung mengamankan situasi. Tak lama kemudian, sekelompok pemuda datang dari arah Kampung Baru dengan menggunakan longboat langsung melakukan penyerangan dan pengerusakan terhadap tempat tinggal milik Valentinus Yabak  Kamakaimu dengan menggunakan parang, busur panah serta ketapel.

“Setelah melakukan pengerusakan, sekelompok pemuda  tersebut  meninggalkan TKP dan menuju lokasi pembongkaran lahan. Mereka kembali melakukan pengerusakan serta pembakaran befak milik warga Guntur Pakaimu dan Stan Kamakaimu,” terang Kamal.

Lanjut Kamal, menyusul sekelompok massa  berjumlah  100 orang dari Kampung Lama dan Kampung Baru  marga Marpemu dan Kamakaimu datang ke Mapolres Mappi dengan membawa senjata tajam berupa parang, busur panah dan kapak hendak menuju jalan Bandara Kepi.

“Kapolres Mappi AKBP Cosmos Jeujanan memberikan arahan dan imbauan kepada massa yang berkumpul di depan Mapolres Mappi untuk tetap tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis maupun tindakan melanggar hukum lainnya dan mengarahkan massa untuk kembali,” terang Kamal.

Dikatakan, untuk pelaku pengerusakan rumah sedang dalam lidik. Selain melakukan pendekatan dengan para tokoh, Kapolresjuga melakukan pengejaran terhadap pelaku pengerusakan dan pembakaran. “Kasus ini telah ditangani oleh Mapolres Mappi,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Recent Posts

Ramai Pastikan Persipura Siap Promosi ke Liga 1

Menurut Ramai, program latihan yang telah dijalani tim, baik saat pemusatan latihan di Jayapura maupun…

1 day ago

Lagi, Kapal Nelayan  Indonesia Ditangkap Otoritas PNG

Otoritas Perikanan Nasional Papua Nugini (National Fisheries Authority/NFA) bersama Imigrasi Papua Nugini kembali menangkap kapal…

1 day ago

Pengamanan di Lokasi Pengungsian Diperketat

Pemerintah Kota Jayapura akan memperketat pengawasan di lokasi pengungsian warga terdampak kebakaran di Kelurahan Mandala,…

1 day ago

Cek Langsung Siswa di Pengungsian, Galang Bantuan Sukarela dari Orang Tua Murid

Polres Merauke bersama Densus 88 Antiteror memperkuat sinergi dalam upaya mencegah penyebaran paham radikalisme dan…

1 day ago

152.319 Anak di Papua Tercatat Tidak Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama mengatakan data tersebut perlu divalidasi terlebih dahulu untuk…

1 day ago

Boaz Dukung Peminjaman Markus ke PSS Sleman

Pemain senior sekaligus legenda Persipura Jayapura, Boaz Solossa, memberikan dukungan penuh atas langkah klub meminjamkan…

2 days ago