

Ibu jabang bayi berinisial HM (24) tengah dirawat di RS Dok II karena mengalami drop usai melahirkan pada Kamis (15/9). Polisi akhirnya menyerahkan bayi tersebut kepada ibunya dan bayi ini dilahirkan dalam situasi darurat karena sang ibu khawatir kehamilannya diketahui keluarganya. (Jahja For Cepos)
Kapolsek: Sudah Banyak yang Ingin Mengadopsi Anak Tersebut
JAYAPURA– Tugas polisi untuk mengungkap siapa ibu bayi dari kasus ditemukannya bayi yang diletakkan di depan pintu rumah di Jl Kesehatan Dok II Jayapura kini lebih ringan. Itu setelah sang ibu berinisial HM berusia 24 tahun itu ternyata masih keluarga dengan pemilik rumah, Herman.
Alhasil kasus penemuan bayi ini nampaknya tidak akan diteruskan ke ranah hukum. Sang ibu sudah mengakui semua kepada pihak keluarga dimana ia harus meletakkan bayi tersebut di depan pintu karena kondisinya tidak memungkinkan untuk melahirkan di rumah sakit.
“Ibunya ini bukan orang luar tapi orang di rumah itu juga. Cuma memang tidak ada yang tahu jika ia dalam keadaan hamil karena selama ini ditutupi menggunakan stagen,” kata Kapolsek Jayapura Utara, AKP Jahja Rumra saat ditemui di Kantor DPR Papua, Jumat (16/9).
Dikatakan sang ibu baru datang dari Raja Ampat sekitar 1 bulan yang lalu dan saat itu sudah dalam kondisi hamil. Ia merupakan keluarga dari Pak Herman dan ke Jayapura untuk membantu di rumah.
Namun baru sebulan lebih di Jayapura ternyata kandungan tersebut sudah waktunya untuk dilahirkan dan disaat tak ada orang akhirnya bayi ini dilahirkan sendiri.
Kemudian karena ketakutan ketahuan akhirnya sang ibu meletakkan bayi tersebut di depan pintu. “Tapi setelah dicek di kamar ternyata ibu ini sedang terbaring lemas karena pendarahan dan disitulah ia mengaku kepada pemilik rumah bahwa itu anaknya,” kata Jahja.
Saat ini dikatakan kondisi bayi dan ibu bayi tersebut mulai membaik. “Keduanya di rawat di Dok II,” tutup Jahja.
Sang ibu sendiri menurut kapolsek sempat mengalami pendarahan dan lemas hingga tak bisa menangani bayinya yang baru melahirkan. “HB nya turun sampai hanya 5 dan setelah dicek ke kamar ia sedang terbaring lemas kemudian di bawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Dari temuan bayi ini lanjut Jahja sebenarnya banyak yang ingin mengadopsi namun ternyata ibunya ada. “Sudah banyak yang daftar, bahkan menggebu – gebu ingin merawat tapi ternyata ibunya ada di rumah dan sudah mengaku semuanya bahwa itu anaknya,” imbuh Jahja. (ade/wen)
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung…
Menurutnya para elit politik Papua di wilayah Papua Pegunungan, harus bisa membuka ruang-ruang komunikasi dengan…
Menyikapi peristiwa itu, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengeluarkan pernyataan sikap yang…
Kepercayaan masyarakat merupakan modal utama bagi setiap institusi penegak hukum. Sekali kepercayaan itu tumbuh, masyarakat…
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa insiden tersebut bermula…
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke Leo Patria Mogot menjelaskan, secara…