

Perwakilan siswa baru SMPN 1 Jayapura saat mengikuti kegiatan penyerahan peserta didik dari orang tua ke sekolah dan guru, 13 Juli 2020 lalu. (FOTO: Priyadi/Cepos)
*Terkait Rencana Belajar Tatap Muka di Kota Jayapura
JAYAPURA-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Fachrudin Pasolo, M.Si., mengungkapkan sampai saat ini rencana belajar tatap muka untuk peserta didik tingkat SMP belum dilakukan. Sebab pihaknya masih menunggu petunjuk dari Wali Kota Jayapura.
Walaupun demikian, jika masih ada pihak orang tua tidak menginginkan anaknya masuk sekolah secara tatap muka hal ini juga diizinkan. Karena ini juga hak orang tua yang memiliki anak, sehingga anak tersebut tetap belajar jarak jauh dari rumah.
“Jika ada orang tua tidak mengizinkan anaknya belajar di sekolah karena masih takut penyebaran virus Corona, itu hak mereka. Kita juga tidak memaksa,”ungkapnya, Rabu (16/9) kemarin.
Dijelaskan, saat ini keputusan mengenai kapan bisa dilakukan pembelajaran di sekolah, masih menunggu petunjuk wali kota dan arahan dari Dokter Anak Indonesia. Namun secara perangkat yang dibuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura sudah ada. Mulai saat peserta didik masuk, diminta cuci tangan dengan air bersih dan sabun, memakai masker, diperiksa suhu tubuh, jaga jarak. Selain itu, masuk sekolah bergantian shift dan lainnya. Namun semua ini tetap menjadi keputusan wali kota dan haknya masing-masing orang tua.
Sementara itu, Siti salah seorang guru di SMP Muhammadiyah Abepura mengaku, sampai saat rencana sekolah tingkat SMP dibuka kembali masih menunggu keputusan atau petunjuk Wali Lota dan diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura. Karena sebagai guru intinya ia mengikuti aturan saja. Sebab segala sesuatunya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan oleh pemerintah.
Namun yang penting jika sekolah dibuka kembali untuk tingkat SMP harus ada kerja sama komunikasi dan koordinasi dengan orang tua peserta didik.
Sehingga jika sekolah tingkat SMP sudah dibuka kembali harus tahu hak dan kewajiban apa yang dilakukan dalam menghindari penyebaran virus Corona.(dil/nat)
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Menurut Rocky, Dinas Pendidikan Kota Jayapura telah mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari tingkat SD…
ubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menggelar pertemuan bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) di Gedung MRP,…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Dari total 46 lulusan tersebut, tercatat 22 murid berasal dari peminatan IPA dan 24 murid…