

JAYAPURA-Ratusan warga asal Provinsi Papua Barat dan warga masyarakat Saireri akhirnya pulang ke kampung halamannya menggunakan KM Dobonsolo dari Jayapura tujuan Serui dan Sorong, Selasa (16/6).
Dari pantauan Cenderawasih Pos, ratusan warga asal Provinsi Papua Barat ini telah memadati Pelabuhan Jayapura sejak dini hari.
Sebelum diizinkan naik kapal, ratusan warga Papua Barat ini harus mengantongi tiket dari Pelni, memiliki surat hasil rapid test dan kartu kewaspadaan kesehatan.
Salah seorang warga Papua Barat yang berangkat ke Sorong, Orgenes Ick mengatakan, warga yang pulang ke Sorong menggunakan KM Dobonsolo sebanyak kurang lebih 300 orang.
“Kita disuruh kumpul di Asrama Mahasiswa Manokwari Acemo di Padang Bulan lalu dibawa menggunakan kendaraan ke pelabuhan sekira pukul 02.00 WIT. Pagi ini telah dipastikan semua surat-surat dan tiket, sehingga tinggal berangkat,” katanya kepada cenderawasih pos di Pelabuhan Jayapura, Selasa (16/6).
Sementara itu, pendamping warga yang terkena dampak Karantina Wilayah dari Sinode GKI di Tana Papua, Pdt. John Baransano mengatakan, untuk warga Papua Barat yang dipulangkan hari ini menggunakan KM Dobonsolo sebanyak 347 orang dan untuk warga dari Saireri yang dipulangkan ke Serui sebanyak 400-an orang.
“Warga Papua Barat yang diberangkatkan menggunakan KM Dobonsolo ini adalah warga dari Sorong Raya dan warga yang diberangkatkan ke Serui adalah warga dari Saireri,” katanya.
Dikatakan, pihaknya sudah mendapatkan surat resmi dari Gubernur Papua Barat dan Wali Kota Sorong untuk kepulangan warga Papua Barat yang terkena dampak karantina wilayah di Jayapura.
“Kami sudah dapat surat resmi dan warga Papua Barat yang berangkat dari Jayapura ini akan diterima langsung oleh Gubernur Papua Barat dan Wali Kota Sorong ketika tiba menggunakan KM Dobonsolo nanti di Sorong,” ujarnya.
Pdt. Baransano menyatakan, bagi warga yang belum berangkat tetap akan diupayakan untuk dipulangkan ke daerah masing-masing, baik yang berasal dari Provinsi Papua Barat, Saireri dan daerah lainnya dengan menggunakan sarana kapal laut.
“Tetap kami akan upayakan biar mereka juga bisa diberangkatkan tentu dengan melakukan rapid test ulang dan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya. (bet/nat)
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…
Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…
Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…
Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…
Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…