Categories: BERITA UTAMA

Bangga Pelajar SMK di Papua Beri Kontribusi Signifikan

WASTAFEL PORTABLE: Kepala DPPAD Provinsi Papua, Christian Sohilait, saat mencoba wastafel portable inovatif yang dibuat pelajar SMK Negeri 3 Jayapura di kantor DPPAD Papua, Kamis (16/4) kemarin. ( FOTO: Gratianus Silas/Cepos)

JAYAPURA- Dari raut wajahnya terlihat jelas rasa bangga Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan, dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua,  Christian Sohilait terhadap para pelajar SMK di Provinsi Papua. 

Bagaimana tidak, anak-anak SMK Negeri 3 Jayapura, dalam hal ini Jurusan Teknik Las, mampu menunjukkan kemampuannya membuat wastafel portable yang inovatif.

Disebut inovatif karena desainnya yang tidak biasa. Dimana masyarakat yang mencuci tangan tidak perlu menyentuh keran air dan sabun dengan tangan. Sebaliknya, membuka keran untuk membilas tangan maupun mengambil sabun pencuci tangan dapat menggunakan pedal yang didesain khusus.

Karya tersebut merupakan hasil kreativitas peserta didik SMK dalam memberikan kontribusinya terkait dengan pandemi Covid-19 di Papua seperti saat ini.

“Ini dibuat teman-teman SMKN 3 Jayapura. Sudah ada tiga unit wastafel portable yang selesai dibuat. Satu dari tiga unit itu saya tempatkan di Kantor DPPAD Papua. Tidak sampai di situ, karya inovatif ini sudah kami minta agar mereka buat lagi beberapa unit untuk kami kirim ke kabupaten agar menjadi contoh bagi SMK setempat membuat di daerahnya,” ungkap Christian Sohilait kepada wartawan di Kantor DPPAD Papua, Kamis (16/4) kemarin.

Sementara Guru Teknik Las SMK Negeri 3 Jayapura, Ritzal Amin menjelaskan bahwa satu unit wastafel yang dibuat anak didiknya membutuhkan waktu tiga hari. Saat ini menurut  Ritzal Amin, sudah ada tiga unit yang berhasil dibuat dengan anggaran dari DPPAD Papua. 

Untuk membuat satu unit wastafel membutuhkan anggaran Rp 8,5 juta. Namun, menurutnya, karena masih tahap ujicoba, makanya harganya masih tinggi. Sebaliknya, kalau dibuat lagi, tentunya aspek pengeluaran akan diperhatikan dengan baik, sehingga dapat lebih murah lagi.

“Ini kami buat sesuai imbauan Kepala DPPAD terkait Covid-19. Dimana anak-anak SMK harus bisa ciptakan alat yang berguna. Khususnya kita di jurusan Teknik Las SMKN 3 Jayapura membuat wastafel yang dapat digunakan tanpa menyentuh keran air maupun sabun dengan menggunakan tangan,” ujar Ritzal Amin.

“Sebaliknya, untuk membuka keran maupun mengambil sabun cair, dapat menggunakan pedal yang telah didesain khusus. Dengan menginjak pedal tersebut, maka dapat menbuka keran maupun mengambil sabun. Alhasil, kita mencuci tangan pun dengan benar-benar steril,” pungkasnya. (gr/nat)

newsportal

Recent Posts

Konflik Wouma Berakhir Damai, Dua Kelompok Patah Panah

Wakil Mentri Dalam Dr.Ribka Haluk, S.Sos, M.M menyatakan sejak awal pihaknya sudah mengikuti apa yang…

1 day ago

Pemkot Salurkan 111 Ekor Sapi Kurban

Pemerintah Kota Jayapura di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo didampingi Wakil Wali Kota Rustan…

1 day ago

Pelaksanaan PSN Tetap Terkawal di Tengah Memanasnya Film Pesta Babi

Wakil Komandan Kodaeral XI, Laksma TNI Wawan T. Atmaja, turut mendampingi meninjau langsung lahan ketahanan…

1 day ago

HIV Masih Tinggi, Tak Bisa Hanya Ditangani Nakes

Ketua Pelaksana Harian KPA Kota Jayapura, Rustan Saru, mengatakan penanganan HIV tidak bisa hanya dilakukan…

1 day ago

Persiapan Kembalikan Massa, Pemkab Lanny Jaya Siapkan Prosesi Adat Lepas Panah Secara Budaya

Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya memastikan akan mempersiapkan mobilisasi massa kembali.  Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom…

1 day ago

Tan Monj Terpilih Diharapkan Jadi Duta Wisata Daerah

Kegiatan budaya tahunan tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, bersama sejumlah pejabat…

1 day ago