Categories: BERITA UTAMA

Pedagang Otonom Ancam Keluar  Pasar

JAYAPURA-Keberadaan pedagang di jalan poros Skyline-Tanah Hitam sepertinya tidak hanya meresahkan pengguna jalan maupun merusak tatanan kota, namun lebih kepada omset pedagang yang menempati areal pasar baik Youtefa maupun Pasar Otonom.

Seperti yang disampaikan oleh salah satu pedagang di Pasar Youtefa Abepura, La Umi  yang mengaku belakangan ini jualannya sepi. Hal itu terjadi karena sebagian besar pembeli memilih membeli barang di jalan poros. “Pokoknya sejak ada yang jualan di jalan, pemasukan kami sangat berkurang,” ujarnya kepada Cendrawasih pos, Kamis (14/11).

Ia menyebut sebelum adanya pedagang di jalan poros, omsetnya setiap hari bisa mencapai Rp. 1 juta bahkan lebih, namun dua minggu belakangan ini Rp. 500 ribu pun belum pasti. “Sangat sepi. Biasanya sore orang ramai datang belanja tapi sekarang sepi karena di jalan sudah ada yang tahan,” bebernya.

Kondisi ini tentunya sangat merugikan mereka, pasalnya lapak yang mereka tempat itu, harus membayar iuran baik harian maupun bulanan. Namun dengan kondisi sekarang ini kewalahan membayar kewajibanan.

“Setiap bulan saya bayar tempat Rp. 500 ribu, lalu setiap hari bayar uang kbersihan Rp. 5 ribu, sangat rugi karena tidak sebanding dengan penghasilan,” ungkapnya. Sementara lanjutnya pedagang di jalan poros, benar-benar menerima keuntungan secara utuh karena mereka tidak membayar lapak.

“Kalau masih dibiarkan, maka kami jiga akan jualan di jalan, biar sama sama untung,” kata La Umi. Ia berharap adanya perhatian dari pemerintah Kota Jayapura sebab keberadaan pedagang di jalan poros ini merugikan pedagang uang menempati areal pasar. “Kami ini bayar iuran setiap bulan, jangan seenaknya atur. Kalau memang ijin jualan di luar maka kami semua juga akan pindah ke jalan,” tegasnya.

Senada juga disampaikan Yosep Jemahi di Pasar Otonom, pedagang Sayur itu mengaku sejak adanya pedagang di jalan poros omset jualannya semakin berkurang. Hal itu terjadi karena pengunjung lebih memilih membeli kebutuhannya di jalan. Bukan larena harga uang relatif murah, namun aksesnya yang mempermudah pengunjung itu sendiri.

“Bagaimana mau masuk ke pasar kalau di jalan juga ada yang jual sayur, kalau begini untuk apa bikin pasar bagus-bagus, sementara yang lain bebas berjualan di luar,” tandasnya. Diapun meminta pemerintah menertibkan pedaggang di jalan poros tersebut, sehingga omset jualann mereka kembali membaik.

“Jangan sampai kami di pasar ini ada tindakan pidana gara-gara jualan saja, pemerintah harus tegas, jangan sampai yang lain jualan di jalan sementara kami dipaksakan untuk menempati areal pasar,” tegasnya. Ia  membeberkan pengelolaan areal pasar juga amburadul. Itu karena lahan yang terbatas.

“Memang sejak lahan milik Bintang  Mas di tutup pedagang yang pasok barang di pasar ini kehilangan tempat, jadi pemerintah harus pikirkan ini,” imbuh Yosep. Pantauan Cenderawasih Pos, hingga Kamis kemarin, pedagang di Jalan poros Skyline-Tanah Hitam masih melakukan transaksi jual beli, bahkan jumlahnya semakin bertambah. (rel/ade)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago