Enny juga menegaskan, setiap penyaluran MBG di daerah dipantau langsung oleh Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN. Mekanismenya ketat: setiap sajian makanan wajib difoto dan dilaporkan secara digital. “Kalau terbukti ada keracunan, SPPG bisa langsung ditutup dan tidak berhak mengklaim anggaran. Ini aturan tegas agar kualitas tetap terjaga,” tegasnya.
Enny berharap pelatihan ini mampu meningkatkan pemahaman relawan maupun pengelola SPPG tentang pentingnya proses bisnis yang benar, keamanan pangan, dan standar pelayanan gizi. “Harapan kami, satuan SPPG di Jayapura dan seluruh Indonesia bisa meningkatkan kualitas MBG. Dengan begitu, program ini benar-benar memberi manfaat nyata bagi anak-anak bangsa,” pungkasnya (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pantauan di lokasi, sejak pagi ratusan warga mendayung perahu tradisional untuk menjemput speedboat yang ditumpangi…
Gubernur Apolo mengatakan kehadiran asrama diharapkan tidak hanya mendukung proses belajar mengajar, tetapi juga menjadi…
Selain melihat dari dekat antrian kendaraan, Marthinus Pasang juga menemui pengelola SPBU dan pihak Rayon…
Sebanyak 50 peserta yang terdiri dari pemuda dan wirausaha pemula dari berbagai wilayah di…
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Jayawijaya kini dijabat oleh dr. Charles Manalagi, Sp.Og untuk periode…
Deivy menjelaskan, rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kabupaten Keerom telah diawali dengan kegiatan pencanangan…