

JAYAPURA- Direktur RSUD Jayapura, drg. Aloysius Giyai, M.Kes., mengakui bahwa pihaknya pun sempat merasakan penuhnya rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19. Namun, diakui pula oleh mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua ini bahwa mekanisme saat ini telah diatur dengan baik, sehingga sistem penanganan pasien Covid-19 menjadi lebih teratur.
“Jujur saja, dalam dua bulan sebelumnya, agak kacau, sehingga ada kesan menolak pasien. Namun, sekarang sudah diatur dengan baik, sehingga PDP dengan hasil Rapid Test reaktif dapat dikarantina di Hotel Sahid maupun di Diklat BPSDM Kotaraja,” terang drg. Aloysius Giyai, M.Kes., Senin (15/6) kemarin.
Ketika ada gejala ringan, sambung drg. Giyai, dari PDP, maka dapat dirujuk ke RSUD Abepura. Diharapkan, kondisi PDP tersebut semakin membaik, sehingga bisa sembuh dan dapat dipulangkan.
“Namun, kalau kondisi pasien jatuh ke pada sakit sedang – berat, maka dirujuk ke RSUD Jayapura. Sekarang sudah teratur, di mana RS Pemerintah mengikuti mekanisme yang berlaku. Namun, untuk rumah sakit mitra, pasien yang ingin berobat, bisa langsung ke rumah sakit tujuan, seperti halnya RS Marthen Indey maupun RS Dian Harapan,” pungkasnya. (gr/gin)
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengatakan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi (Raperdasi) tentang Pertanggungjawaban…
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua, Andry, mengatakan TPAKD bukan sekadar…
Pandangan umum Fraksi Golkar yang dibacakan Yermias Y.Y. Wouw, menyoroti nilai aset daerah Papua…
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi pada Sabtu, 15…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura tetap memberikan perhatian terhadap keberadaan…
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pengendara sepeda motor bernomor polisi PA…