Categories: BERITA UTAMA

Enam Bulan Pasca Penembakan dan Pembakaran, Bandara Bilorai Tanpa Petugas

Aktivitas di Bandara Dikabarkan Tidak Berjalan Normal

JAYAPURA-Enam bulan pasca peristiwa penembakan dan pembakaran terhadap sejumlah bangunan dan kendaraan di Bandara Bilorai, Sugapa, Kabupaten Intan Jaya yang terjadi pada Oktober 2021 lalu, saat ini, aktivitas di Bandara Bilorai Distrik Sugapa tidak berjalan dengan normal .

Terkait dengan kondisi Bandara ini, Kapolres Intan Jaya AKBP. Sandi Sultan mengaku telah menyurati Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni agar persoalan tersebut menjadi perhatian kepala daerah.

“Pegawai dan kepala bandara tidak ada di tempat, begitu juga dengan pegawai AirNav. Saat ini kondisi runway atau landasan pacu ada kerusakan yang bisa mengakibatkan terjadinya laka di bandara,” terang Kapolres, Selasa (15/3).

Kapolres Sandi Sultan juga menuturkan bahwa pesawat yang mengalami laka kemarin hingga saat ini belum dikerjakan dan dibiarkan begitu saja di Bandara Bilorai.

“Kami tidak akan mau bertanggung jawab atas pesawat tersebut kalau tidak ada pegawai bandara. Karena tugas kami bukan mengendalikan bandara dan menjaga pesawat. Saya sudah sampaikan ke bupati agar hal ini bisa ditindaklanjuti ke pihak yang bertanggung jawab,” tegasnya.

Kapolres membeberkan, pengendalian pesawat yang take off dan landing di Bandara Bilorai tidak ada yang mengatur dan ini sangat riskan.

Ia berharap bandara dan Kepala bandara turun lalu melaporkan ke Dinas Perhubungan terkait kondisi bandara saat ini. Dirinya juga berharap pegawai bandara dan AirNav melaksanakan tugas rutin mereka di Intan Jaya dan tidak makan gaji buta saja.

“Kami TNI dan Polri tidak akan bertanggung jawab apabila ada kejadian terkait dengan pesawat dan kondisi bandara. Mereka yang tidak melaksanaakan tugas agar segera dipecat dan ganti yang baru jika tidak melaksanakan tugas dengan baik. Karna ini sudah enam bulan berjalan mereka tidak melaksanakan tugas,” tambahnya.

Sandi sendiri mengaku akan mengambil langkah-langkah tegas kepada pejabat bandara dan AirNav. “Hal ini akan saya laporkan kepada Kementerian Perhubungan agar ada tindakan,” ujarnya.

Kendati tak ada Kabandara ataupun petugas bandara, aktivitas di bandara tetap berjalan dibawah satuan Satgas yang ada di Intan Jaya.

“Sebenarnya dari satuan satgas ini baik dari TNI maupun Polri sudah tidak mau, karena risikonya besar buat mereka dan itu bukan tanggung jawab dari satgas TNI dan Polri. Kalau saya tidak perhatian sama mereka, yang terjadi bandara kosong. Kami hanya menjaga aset, kami tidak mau akan peduli dengan runway maupun penerbangan, serta pengaturan penumpang,” pungkasnya. (fia/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

Tolikara Bergerak Untuk Iman, Pemkab Tolikara All Out Sukseskan Rapat BPL GIDI di Kanggime

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama seksi infrastruktur melakukan peninjauan pembangunan akses jalan,…

26 minutes ago

Gubernur Ajak Warga Kampung Kaniskobat Dukung Program Pembangunan

Selain itu, Apolo juga mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dan turut serta dalam pembangunan…

1 hour ago

FLS3N dan O2SN Ajang Melatih Anak Bangun Sportifitas dan Kerja Keras

‘’Sebuah prestasi tidak dihasilkan secara instan tapi lewat kerja keras, berjenjang dan penuh disiplin. FLS3N…

2 hours ago

Senggolan Waktu Joget, Prajurit TNI AD Tewas Ditembak

Kejadian berlangsung di Cafe, Resto, Bar and Live Music Panhead, Palembang, sekitar pukul 02.40 WIB.…

3 hours ago

1.061 Koperasi Diresmikan, Jadi Penggerak Ekonomi Kampung

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih secara serentak di…

4 hours ago

Pangdam XVII/Cenderawasih: Proses Rekruitmen Tenaga Koperasi Telah Dilakukan

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan pembangunan koperasi tidak hanya difokuskan pada…

5 hours ago