Fredrickus menilai, keterlibatan pelajar dalam aksi penyampaian aspirasi secara terbuka perlu menjadi perhatian bersama. Sebab, menurut dia, selama ini keterlibatan siswa dalam aksi-aksi semacam itu tidak terlalu terlihat secara nyata.
“Jadi ini ada yang mulai bergerak dengan menggunakan siswa. Selama ini kan tidak terlibat secara nyata. Siswa sebenarnya terlibat, tetapi tidak secara nyata. Nah, itu yang saat ini mungkin jadi catatan,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap persoalan tersebut tidak hanya dilihat dari sudut pandang kepolisian. Pemerintah, pemerhati anak, tenaga pendidikan maupun pihak yang memahami psikologi anak diharapkan dapat melihat persoalan tersebut secara menyeluruh.
“Bukan dari versi polisi saja. Teman-teman juga bisa melihat dari aspek pemerhati anak, aspek psikologi anak dan aspek pendidikan itu bagaimana. Supaya bulat permasalahan sosial ini, bukan sekadar-sekadar saja,” pungkasnya. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, MM., meminta Badan Pengelolaan Keuangan dan…
Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait di Jayapura, Selasa, mengatakan ASN tidak boleh hanya hadir…
“Energi bukan sekadar soal pembangkit, jaringan dan investasi. Energi adalah kebutuhan dasar untuk menerangi…
Menurut Rustan, kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela saat ini mulai menunjukkan perkembangan…
Abisai mengajak seluruh masyarakat di tiga kampung Skouw untuk menjadikan perjalanan 112 tahun Injil…
Dalam sambutannya, Nyoman Sri Antari mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah konkret Pemkot Jayapura bersama…