Categories: BERITA UTAMA

Ratusan Warga Long March di Wamena

Dukung Dialog ULMWP dengan Parlemen Inggris

WAMENA-Ratusan warga di Wamena, Kabupaten  Jayawijaya melakukan aksi long march ke kantor perwakilan United Leberation Movement West Papua (ULMWP) di Maplima, Distrik Wamena Kota Kabupaten Jayawijaya, Selasa (14/6).

Aksi ini dilakukan untuk mendukung Benny Wenda yang sedang melakukan dialog bersama parleman di Inggris guna mendesak Komisaris Tinggi Ham PBB turun ke Papua menginvestigasi dugaan pelanggaran HAM.

Dalam aksi long march yang dilakukan di Jalan Trikora, peserta aksi dikawal aparat keamanan, berjalan dengan teratur menuju lokasi kumpul. Dimana massa melakukan doa bersama dan orasi memberikan dukungan kepada pemerintahan sementara ULMWP yang sedang melakukan lobi politik di luar negeri.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Kaitanus Ikinia selaku ketua Panitia Nasional Penjemputan Komisaris Tinggi Dewan HAM PBB ke Papua menyatakan menolak produk undang-undang Indonesia di wilayah teritorial west Papua. Kedua, rakyat Papua di wilayah Lapago juga mendukung penuh pertemuan interim Presiden West Papua, Hon Benny Wenda dari International Parlianmentarians For West Papua (IPWP) bersama parlemen Kerajaan Inggris, kemarin (14/6).

“Ketiga, menuntut Indonesia untuk segera membuka akses bagi komisaris tinggi dewan HAM PBB ke west Papua berdasarkan desakan 108 negara -negara anggota tetap PBB,” ungkapnya di kantor perwakilan ULMWP Maplima Wamena, kemarin.

Lanjut Kaitanus, pemerintah sementara ULMWP bersama rakyat west Papua siap untuk menyambut kunjungan komisaris tinggi dewan HAM PBB. Mereka juga meminta Presiden Indonesia dan Presiden sementara West Papua segera duduk dan melakukan negosiasi untuk menyelesaikan status politik west Papua.

Secara terpisah Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei AB, SE., menyatakan sesuai dengan surat yang dimasukan penanggung jawab aksi, akan dilakukan doa untuk mendukung pertemuan yang dilakukan di Inggris. Untuk itu, sejak pagi TNI-Polri melakukan pengamanan bersama dengan pihak Pemda Jayawijaya guna memonitor kegiatan tersebut.

“Kita lakukan pengawalan mulai dari massa masuk, melakukan doa bersama hingga membubarkan diri pada pukul 15.00 WIT. Semua berjalan dengan aman dan lancara tanpa ada gangguan,” tegasnya.

Kapolres Safei menyebutkan, untuk mengamankan aksi ini, diturunkan 488 personel gabungan yang berasal dari dua SSK anggota Polri dan TNI. Pengawalan menurutnya dilakukan sejak massa berkumpul di pasar-pasar hingga melakukan long march di Jalan Trikora.

“Usai melaksanakan doa bersama, masyarakat bisa membubarkan diri dengan tertib. Semua memang diminta untuk melakukan aksi di kantor DPRD Jayawijaya namun karena sedang diawasi dan hanya boleh dilakukan dengan perwakilan sehingga berpindah ke kantor DAP,” tutupnya. (jo/nat)

newsportal

Recent Posts

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Kompleks Barak Penerangan 

Warga kompleks barak penerangan, Jalan Bhayangkara, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang…

49 minutes ago

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

2 hours ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

4 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

5 hours ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

6 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

7 hours ago