Categories: BERITA UTAMA

Menkes Akui Vaksinasi di Jayapura Cukup Baik

TERIMA CENDERAMATA: Menkes Budi Gunadi Sadikin menerima cenderamata dari salah seorang dokter RSJ Abepura di sela-sela kunjungan dan pertemuan di RSUD Jayapura, Rabu (14/4). ( FOTO: Yohana/Cepos)

Kebutuhan Vaksin Untuk PON Papua Aman

JAYAPURA-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja di Kabupaten dan Kota Jayapura, Rabu (14/4) kemarin. Sejumlah agenda dilakukan Menkes selama di Jayapura, di antaranya melihat perkembangan penanganan Covid-19 dan memantau pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

Terkait dengan vaksinasi Covid-19 di Jayapura, Menkes  Budi Gunadi menilai sudah cukup baik. Dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, Menkes menyebutkan memilih lansia yang harus diutamakan vaksin. Karena lansia dianggap sangat rentang terhadap Covid-19, bahkan bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, lansia lebih dulu diprioritaskan untuk vaksinasi Covid-19.

“Memang saat ini kami terkendala stok vaksin. Karena ada suplai isu bahwa di India kasus Covid-19 naik sehingga vaksin tidak bisa keluar dari India. Karena produksi vaksin sedikit maka kami prioritaskan lansia terlebih dahulu,” ungkap Menkes Budi Gunadi didampingi Sekda Provinsi Papua, Dance Y. Flassy dalam konfrensi pers di Swiss-Belhotel Papua, kemarin.

Terkait pelaksanaan PIN XX Papua yang digelar Oktober nanti, Menkes Budi Gunadi memastikan ketersediaan vaksin akan pulih bulan Juli nanti. Sehingga tidak akan mengganggu pelaksanaan PON Papua maupun vaksin bagi para atlet dan masyarakat umum.

“PON XX berlangsung pada tanggal 2- 15 Oktober. Untuk tanggal tersebut, Insya Allah vaksinnya cukup. Karena vaksin akan kembali normal ketersediaanya bulan Juli,” bebernya.

Mengenai penanganan kasus Covid-19 di Papua, Menkes juga menilai penanganannya sudah cukup baik.

Dalam kunjungannya kemarin, Menkes Budi Gunadi rencananya akan meninjau lokasi tanah yang akan dibangun rumah sakit pusat yang cukup besar di Papua. Rumah sakit pusat ini menurutnya, sama dengan RSCM (Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo) di Jakarta.

Menkes juga menilai rumah sakit di Papua masih kurang dari jumlah, fasilitas dan tenaga kesehatannya. “Selain pembangunan RS di Papua, kami juga ingin melihat lokasi pembangunan Istana Negara di Papua hanya saja karena terkendala waktu maka untuk kunjungan melihat tanah lokasi pembangunan RS dan Istana Negara tidak sempat kami lakukan,” tambahnya.

Sementara itu, mewakili Pemprov Papua, Sekda Papua, Dance Y Flassy mengaku bersyukur dan berterima kasih kepada Tuhan karena bisa bertemu langsung dengan Menkes RI Budi Gunadi.

Terkait dengan kasus Covid-19 di Provinsi Papua, Sekda Dance Flassy mengatakan, berdasarkan informasi terakhir dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kasus Covid-19 di Papua sudah mulai menurun yaitu dengan jumlah kasus rata-rata 35 orang perhari.

Adapun mengenai rencana pembangunan rumah sakit pusat yang nantinya menjadi rumah sakit terbesar di Papua, Sekda Dance Flassy mengatakan. lokasinya direncanakan di Koya, Distrik Muara Tami. (ana/nat)

newsportal

Recent Posts

Kondisi Fiskal Papua Makin Berat Pasca Pembentukan DOB

Fakhiri menegaskan, penguatan regulasi Otonomi Khusus menjadi penting agar pembangunan di Papua tetap berjalan meski…

2 hours ago

Akhirnya Tiga Warga Australia Dimejahijaukan

Ketiga terdakwa tersebut yakni J. Victor Davis yang merupakan pilot dari  pesawat Piper PA 23-250…

3 hours ago

Sebagian Pelaku dari Luar, Mabes Polri Turun Tangan

Penanganan kasus kerusuhan usai laga Persipura Vs Adhyaksa di Stadion Lukas Enembe, menemukan fakta baru.…

4 hours ago

Tak Hanya Sedih Motor dan Mobil Terbakar, Tapi Juga Beri Dampak Traumatis

Selasa (12/5) pagi kemarin, layanan posko pengaduan masyarakat di Polres Jayapura terlihat sudah didatangi masyarakat…

5 hours ago

Pulau Kimaam Tak Boleh Dikorek Untuk PSN

Dimana pihak perusahaan telah mendapatkan izin operasional dari pemerintah pusat. Tinggal langkah terakhir yaitu meminta…

6 hours ago

Dari Retorika Kebijakan Menuju Aksi Teknis

Pertemuan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah upaya krusial untuk mengkalibrasi ulang implementasi Otonomi Khusus…

7 hours ago