”Himbauan untuk masyarakat sendiri, bagi mereka yang memiliki aktivitas harian seperti membuka kios atau berjualan di pasar, silakan saja. Aktivitas itu bebas, KNPB tidak akan mengganggu mereka sama sekali,” terang Warpo. Kendati demikian, pihak KNPB tetap membuka ruang partisipasi bagi masyarakat sipil yang tergerak secara pribadi untuk bergabung menyuarakan kondisi sosial kemanusiaan yang sedang dialami.
Sebagai informasi, demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 ini diusung dengan tema utama “Papua Zona Darurat Militer dan Krisis Kemanusiaan”. Selain memperingati peristiwa sejarah penandatanganan Perjanjian New York 1962, KNPB menggarisbawahi beberapa poin penting diantaranya: Menyoroti dampak konflik bersenjata berkepanjangan di enam wilayah konflik (Nduga, Intan Jaya, Puncak, Yahukimo, Maybrat, dan Pegunungan Bintang) yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan puluhan ribu warga sipil terpaksa mengungsi.
Atas dasar itu engajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal ruang demokrasi secara sehat tanpa ancaman kekerasan. (jim/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Kepala Puskesmas Rimba Jaya, Iriani Winoto, mengatakan keputusan untuk belum kembali ke gedung utama puskesmas…
Para anggota Paskibraka yang dipercaya mengemban tugas mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara 17…
Polsek Kuala Kencana memastikan tidak ada insiden penembakan di kawasan Alun-Alun Kuala Kencana, Kabupaten Mimika,…
Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo menjelaskan persoalan kewenangan pengelolaan SMA dan SMK yang berkaitan dengan…
Sekretaris Daerah Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, mengatakan pemerintah provinsi tetap berupaya memastikan program-program prioritas
Musim mangga golek mulai terasa di Pasar Pharaa Sentani. Dalam tiga pekan terakhir, pasokan mangga…