Categories: BERITA UTAMA

Sembilan Wanita yang Diperkosa

Polisi Periksa Kejiwaan Pelaku Pemerkosaan PKL

JAYAPURA – Masih ingat kasus pemerkosaan yang menimpa sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di lokasi wisata? Pria berinisial WP yang berhasil mengelabui enam  orang PKL untuk disetubuhi kemudian ditinggal begitu saja dan akhirnya terungkap setelah salah satu korban melapor.

Ternyata dari hasil perkembangan kasusnya korban pemerkosaan tak hanya enam  orang melainkan sembilan orang. Namun disini polisi masih menunggu tiga korban lagi untuk melapor secara resmi. “Sedang kami kembangkan dan ternyata memang bukan hanya enam korban melainkan sembilan orang,” kata Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Handry Bawiling di ruang kerjanya, Rabu (13/7).

Dikatakan, pihaknya juga kaget karena pelaku terbilang lihai untuk terus menjalankan aksinya hingga akhirnya ada yang membuat laporan. Jika saja tidak ada yang melapor maka bisa saja  korban akan terus bertambah. Namun untungnya setelah satu korban melapor, beberapa hari kemudian korban lain juga membuat laporan yang sama dan setelah dicek modus yang dilakukan ternyata semua mengarah ke WP. Ini juga sesuai dengan ciri – ciri yang diberikan.

Menurut Kasat Reskrim saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan  psikologinya sebab pihaknya menduga pelaku memiliki kelainan seks.

“Sudah kami periksakan tinggal menunggu hasil. Dugaan kami seperti itu, WP ini punya kelainan seks, ada orientasi yang salah,” jelasnya.

Dalam pemeriksaan WP cuma mengaku bahwa perbuatan itu dilakukan lantaran hingga kini belum memiliki anak dari istrinya. “Alasan ini tentu tidak bisa dibenarkan sehingga tetap kami proses,” tegas Bawiling.

Sekedar diketahui kasus ini dilakukan mulai Maret 2022 hinga Mei 2022. Pelaku yang bekerja sebagai honorer di salah satu rumah sakit di Jayapura ini ditangkap Selasa (31/5) sekira pukul 16.00 WIT di jalan masuk Kuburan Tanah Hitam, Abepura.

Dari hasil penyidikan diketahui kasus pemerkosaan pertama dilakukan pada tanggal 3 Maret sekira pukul 06. 30 WIT,  kasus kedua pada 17 Maret, kasus ketiga pada 21 Maret dan Sabtu 28 Mei lalu. Lokasi yang dipakai untuk mengeksekusi korban juga ada tiga lokasi. Pertama di Pasir II, Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara. Lokasi, kedua di depan Mayo Resort Holtekamp dan ketiga  tak jauh dari Cafe 99 Holtekam.

Untuk yang lokasi Mayo Resort dilakukan dua kali dan modusnya sendiri pelaku selalu beraksi pagi hari pada pukul 06.00 WIT hingga pukul 07.00 WIT dimana WP mencari penjual kue yang biasa berkeliling kemudian menyampaikan bahwa ia ingin membeli dalam jumlah banyak.  Setelah itu ia mengajak korban ke lokasi yang sudah ditentukan dan di situlah ia mengeksekusi korban. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: KRIMINAL

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

5 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

6 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

7 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

8 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

9 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

10 hours ago