Categories: BERITA UTAMA

Luas Lahan Untuk Istana Presiden Jadi 16,8 Hektar

Abisai Rollo ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Rencana pembangunan kawasan  istana presiden di Kampung Skow Yambe Distrik Muara Tami ikut terganggu seiring pandemi Covid-19 yang masih ganas. Padahal bila tak terganggu, prediksinya tahun ini sudah mulai digarap. Namun bila situasi membaik maka tidak menutup kemungkinan istana yang pertama kali dibangun dalam sejarah Indonesia akan tetap dikerjakan tahun ini. Hanya yang menarik adalah lokasnya bukan lagi 10 hektar seperti yang pernah ditawarkan tetapi menjadi 16,8 hektar atau ada penambahan 6,8 hektar. 

 Hal ini disampaikan Ondoafi Skouw, Abisai Rollo yang membenarkan ada penambahan luasan. “Jadi setelah dicek oleh tim kepresidenan ternyata lokasi 10 hektar nampaknya masih harus ditambah sehingga kami menambahkan 6,8 hektar lagi,” kata Rollo menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Selasa (12/5). 

Dikatakan, ada beberapa kawasan yang harus dibangun dan tak hanya gedung istana tetapi ada kawasan terbuka hijau, steril area dan lainnya. “Jadi bukan tidak jadi melainkan ditunda,” katanya. 

Disinggung soal status tanah di lokasi tersebut yang masuk kawasan hutan lindung, menurut Rollo, tanah milik Suku Patipeme ini memang statusnya hutan lindung namun sudah diubah oleh pihak kementerian. Rollo memastikan soal status tersebut tidak akan jadi masalah.”Oh itu sudah. Pihak kementerian sudah urus semuanya dan bisa dibangun. Kemungkinan bisa dilakukan tahun ini  atau dimulai di tahun 2021 nanti,” pungkas Rollo. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Dokumen Aspirasi Papua Utara Sampai ke DPRP

Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…

34 minutes ago

Kamar Bak Apartemen di Lapas Cibinong Bikin Heboh, Ini Temuan Ombudsman

Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…

7 hours ago

Cegah Karhutla Berulang, Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove

Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…

8 hours ago

Kualitas MBG Bisa Diratting Bintang 1-5 di Aplikasi

Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…

9 hours ago

Banyak Kebun di Kawasan Penyangga Cycloop

Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…

10 hours ago

Pemprov Papeg Terima Sertifikat KIPP Gunung Susu Seluas 72,5 Hektar

Gubernur Papua Pegunungan, Dr (HC) John Tabo,S.E.,M.B.A, mengatakan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Provinsi Papua…

11 hours ago