Namun demikian, Fakhiri menekankan bahwa dunia usaha di Papua harus semakin mandiri, inovatif, dan kompetitif. Ia juga mengingatkan agar setiap investasi yang masuk ke Papua memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Investasi harus memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak boleh hanya mengambil manfaat tanpa dampak nyata,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah, Fakhiri juga mendorong pembangunan industri di Papua, termasuk pabrik pengolahan hasil perkebunan seperti kelapa sawit.
“Pabrik-pabrik harus dibangun di sini (Papua), jangan di Jawa. Supaya mata rantai ekonomi dan pertumbuhan berada di Papua. Kita ingin orang Papua menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Juru bicara (Jubir) PN Jayapura, Rahmat Selang, S.H., M.H mengatakan pada sidang pertama kali digelar,…
Satuan Reserse Narkoba Polres Jayapura mencatat penanganan tujuh kasus narkotika sepanjang Januari hingga Maret 2026.…
Menurutnya, dalam periode tersebut terjadi penurunan jumlah warga sebanyak 3.425 orang. Di sisi lain, terdapat…
Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua menyebut 128 produk usaha mikro, kecil, dan menengah…
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua terus memperkuat pembinaan terhadap pelaku usaha mikro, kecil,…
Ahli waris tanah adat Emmaleuw Bhelle, Daud Felle, menyampaikan kekecewaannya terhadap tindakan aparat yang membuka…