

*Terkait Penanganan Kasus Pidana di Kejari Jayapura
JAYAPURA- Sepanjang 2019, total perkara tindak pidana umum yang ditangani Kejaksaan Negeri Jayapura sebanyak 850an perkara. Adapun penanganan perkara yang paling banyak adalah kasus Narkotika.
Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura, Rahmat menyampaikan, ratusan perkara tersebut ditangani dari 5 wilayah kerja Kejaksaan Negeri Jayapura meliputi Kota Jayapura, Mamberamo Raya, Kabupaten Jayapura, Keerom dan Sarmi.
“Jumlah tersebut didominasi perkara narkotika jenis ganja, hampir sekira 70 persen dari seluruh jumlah yang ada,” ucap Rahmat, Kamis (12/3).
Sementara itu lanjut Rahmat, dibidang intelejen tahun 2019 ada sekira 2 surat perintah penyelidikan yang dilakukan. Untuk perkara perdata tata usaha negara menyelamatkan aset Pemda antara lain aset Pemkot Jayapura, Pemkab Keerom, Mamberamo Raya dan Sarmi.
“Untuk perkara korupsi sepanjang tahun 2019, hampir Rp 1 miliar negara yang kami selamatkan,” jelasnya.
Selain itu, dua kasus dana desa yang dilimpahkan ke Kejaksaan meliputi kasus dana desa Koya Koso dengan kerugian negara Rp 1. 451.168.094. dengan jumlah tersangka 3 orang dan Endokisi dengan jumlah tersangka 1 orang.
“Satu hal yang medasar dari pemerintah terhadap pelaksanaan mulai dari terimanya dana desa hingga akhir pemanfaatan uang tersebut akan selalu diawasi,” ucapnya.
Dikatakan, Kejaksaan Agung dan Mabes Polri tetap mengawasi dana desa bagaimana bisa bergulir dengan baik dan bagaimana bisa membangun daerah yang menerima dana desa tersebut.
Sementara itu, untuk 2020 pidana umum yang mencapai 300 perkara yang saat ini sedang ditangani dan sudah diterima dari beberapa Polres dan Polsek. (fia/nat)
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol mengatakan, salah satu alasan nikah…