

Dr. dr. Donald W. Aronggear, Sp.B(K) (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Kekurangan sumber daya manusia (SDM) bidang kesehatan, terutama dokter spesialis, menjadi salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh masyarakat Papua saat ini. Masih banyak keluhan dari masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan (Faskes) terutama Rumah Sakit (RS) yang ada Kota Jayapura, dimana dianggap lambat dalam menangani pasien gawat darurat.
Menanggapi hal tersebut mantan Ketua IDI wilayah Papua Dr. dr. Donald W. Aronggear, Sp.B(K) mengaku di Papua keterbatasan sumber daya manusia terutama profesi dokter spesialis masih menjadi polemik. Akibatnya pelayanan kesehatan sedikit mengalami kendala.
Meski begitu, IDI Papua terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam kondisi serba kekurangan. Hal ini, ia sampaikan mengingat di Papua terutama tenaga dokter masih sangat terbatas. Belum lagi fasilitas penunjang kesehatan masih tergolong minim.
“Berbicara meningkatkan pelayanan kesehatan di Papua, salah caranya adalah meningkatkan SDM terutama dibidang profesi dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) lainnya,” kata dr. Donald, Sabtu (10/1).
Menurutnya, SDM Kesehatan saat ini masih menjadi pekerjaan rumah yang besar yang dihadapi oleh Papua. Sebab sebagus apapun sarana dan prasarana juga alat Kesehatan yang ada, tanpa dukungan SDM, maka semuanya akan menjadi sia-sia.
Di satu sisi, dengan sedikitnya jumlah tenaga dokter di Papua, relasi antara sesama profesi semakin erat dan kuat. Yang tak kalah penting, menurut dr. Donald adalah Universitas Cenderawasih (Uncen) diharapkan terus menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan terpercaya terutama bidang kesehatan.
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…