Jikwa mengaku dirinya sudah mendapatkan informasi tersebut dari jauh-jauh hari. Selain itu, informasi adanya aksi diperoleh tersebut ia dapat dari media sosial dan kabar teman.
“Informasi demo saya dapat dari anak-anak di rumah dan komplek. Keuntungan berkurang karena orang lebih fokus ke orasi. Tapi ya namanya harapan, mana tahu ada yang mau makan pinang sambil orasi,” terangnya.
Jikwa memastikan harga jual tetap normal, tanpa ada perbedaan dengan hari biasa. Terkait rasa takut, ia mengaku tetap waspada, terutama jika terjadi aksi demonstrasi berujung lempar-lemparan batu.
Sementara itu dari pantauan Cenderawasih Pos di lokasi situasi di sekitar lokasi demonstrasi tampak aman. Aktivitas perekonomian berjalan lancar, toko-toko, warung makanan, perkantoran hingga persekolahan tetap beroperasi.(jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Untuk mencapai pintu rimba, kami memilih menggunakan kendaraan milik warga. Pilihan ini bukan tanpa alasan.…
BPS Provinsi Papua, Emi Puspitarini, di Jayapura, Senin, mengatakan komoditas kayu masih menjadi penyumbang terbesar…
Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan bakau di Jayapura, khususnya di wilayah Hamadi hingga Holtekamp, memiliki…
Ujian ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dimulai sejak, Senin 4 Mei hingga Kamis, 7…
Menurutnya, kelulusan merupakan awal dari harapan baru bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang…
Kericuhanpun tak terhindarkan, aparat harus menghindari lemparan batu sambil melepas tembakan gas air mata. Dari…