

Pertemuan Wapres Ma'ruf Amin dengan para tokoh olahraga di Papua, di Stadion Lukas Enembe. (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Berkunjung di Stadion Papua Bangkit di hari ketiga kunjungan kerja di Papua, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, sempatkan dialog dengan anak anak Papua yang sedang latihan bermain bola di lokasi tersebut, Rabu (11/10).
Obrolan singkat itu dilakukan usai Wapres berdialog dengan para tokoh olahraga di Papua. Bahkan terlihat Wapres juga sempat menendang bola di Stadion Papua Bangkit.
Wapres menegaskan, pemerintah sudah bulat ingin menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga.
“Pemerintah sudah bulat ingin menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga, keinginan kita menjadikan Papua sebagai provinsi olahraga lantaran banyak talenta-talenta di Papua. Bahkan, banyak yang menjadi juara di berbagai cabang olahraga. Bukan saja tingkat nasional, melainkan juga tingkat internasional dan potensinya juga besar,” ucap Wapres kepada wartawan dalam keterangan persnya.
Terkait dengan pengembangan olahraga di Papua sebagai provinsi olahraga, Wapres menyatakan, dari segi aturan landasannya sedang digodok untuk menjadi aturan seperti Keputusan Presiden (Keppres), atau Instruksi Presiden (Inpres).
“Nanti akan ada landasan itu, kemudian langkah lengkah berikutnya sudah disusun dimana pengembangan olahraga akan terus dikembangkan. Sesuai dengan masukan dan kajian dari lembaga sendiri, serta masukan dari pihak Papua sendiri,” teragnya.
Dalam perkara tersebut, nilai kontrak pekerjaan mencapai Rp11.719.700.000. Sementara berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke tengah menggodok penetapan status kedaruratan bencana terkait kebakaran hutan dan lahan…
Meski kobaran api utama telah padam, otoritas keamanan setempat mengimbau semua pihak untuk tetap waspada…
Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih menyatakan bahwa penataan UU Peradilan Militer perlu waktu paling lama 2…
RSUD Jayapura memastikan kebutuhan medis terkait bahan medis habis pakai sejauh ini masih dalam kondisi…
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyebut operator seluler belum sepenuhnya mematuhi ketentuan perlindungan…