Categories: BERITA UTAMA

Terlibat Jual Beli Amunisi, Dua Oknum Prajurit TNI Ditahan di Pomdam

JAYAPURA – Sebuah perbuatan yang tanpa ampun dilakukan dua oknum anggota TNI Kopda BI dan Koptu TJ. KeDuanya disebut terlibat dalam aktifitas jual beli amunisi. Sebuah tindakan yang tidak bakal ditoleransi oleh institusi alat negara. Untuk BI dan TJ kini tengah ditahan di Pomdam XVII Cenderawasih.

“Sampai saat ini, Senin (11/7) masih dilakukan pendalaman atau penyelidikan terhadap kasus dugaan penjualan amunisi yang melibatkan salah satu oknum prajurit TNI.

Sementara untuk Oknum TNI Kopda BI dan Koptu TJ saat ini masih ditahan di Pomdam karena dugaan  awal telah ada bukti-bukti yang menguatkan soal keterlibatan keduanya,” kata Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Herman Taryaman dalam rilisnya, Senin (11/7) malam.

Dikatakan, BI dan TJ kini ditahan untuk diproses secara hukum dan pendalaman atau penyelidikan terhadap kedua oknum tersebut terus  dilakukan. Bahkan koordinasi dengan instansi lainnya juga terus dilakukan sehingga diharapkan memiliki bukti-bukti yang lengkap dan kuat. Namun untuk berapa jumlah amunisi yang dijual dikatakan kini masih dalam proses pendalaman dan penyelidikan.

“Masih didalami guna memastikan keakuratan berapa yang dijual oleh kedua oknum tersebut,” imbuhnya. Namun dari laporan terkini, sejumlah bukti awal telah menguatkan sudah dikantongi. Bukti yang menyatakan keterlibatan keduanya dalam aktivitas juali beli amunisi.

Untuk diketahui, penangkapan kedua pelaku merupakan pengembangan dari oknum ASN  berinisial AN yang terjaring patroli oleh Polres Yalimo di Elelim Kabupaten Yalimo, Rabu (29/6) lalu.

Oknum ASN ini bertugas di Kabupaten Nduga dan ditangkap karena kedapatan membawa 615 butir amunisi. Ia disinyalir menjadi kurir untuk menyuplai amunisi dan senjata KKB pimpinan Egianus Kogoya.

Dari tangan AN, Polisi menemukan senjata rakitan AFN dan amunisi sebanyak 615 butir dengan rincian amunisi MK3 sebanyak 379 butir, moser 2 butir, AK 3 butir, SS1 158 butir, revolver 10 butir, US Carabine 52 butir, dan V2 Sabhara 11 butir. Informasi lain menyebut bahwa untuk satu butir peluru dihargai Rp 200 ribu dan jika ditotal maka bisa mencapai Rp 120 juta. (ade/nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: TNIPAPUA

Recent Posts

Jalan Yongsu Sapari Jadi Salah Satu Proyek Infrastruktur Besar 2026

Pemerintah Kabupaten Jayapura terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Salah satunya…

27 minutes ago

Bupati Keerom Tegaskan Tidak Boleh Ada Sekolah Kekurangan Guru

Bupati Keerom, Piter Gusbager dengan tegas memastikan tidak ada lagi sekolah di Kabupaten Keerom yang…

2 hours ago

Produksi Petani Lokal Berkurang Turut Pengaruhi Inflasi Daerah

Bupati Jayawijaya Atenius Murib, SH, MH menyatakan koordinasi dan sinergi antara lembaga ini, diperlukan untuk…

3 hours ago

Curi Kabel Stadion Lukas Enembe, Dua Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Tim Opsnal Polsek Sentani Timur berhasil mengungkap kasus pencurian kabel tembaga jaringan listrik di Stadion…

4 hours ago

Pemprov Papsel Siapkan Stimulan Rp 250 Ribu per Bulan untuk Bayi dari Keluarga Kurang Mampu

Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  Provinsi Papua Selatan…

5 hours ago

Warga Diimbau Waspadai Dehidrasi dan Gangguan Pernapasan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta Herlina Rahagiar  mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap…

6 hours ago