Categories: BERITA UTAMA

Dua Pria Pemasok Senjata Pernah Merampok Jubir TPNPB

JAYAPURA-Dua pria berinisial YU dan KU yang diamankan aparat keamanan dengan barang bukti 2 pucuk senjata M-16 serta sejumlah amunisi, rupanya pernah melakukan tindakan perampokan. Korbannya juga bukan orang sembarangan, Juru Bicara TPNPB, Sebby Sembom. 

Sebby akhirnya mensyukuri keduanya ditangkap oleh TNI karena telah menjahatinya. Selain itu kedua pria tersebut dikatakan menjadi anak buah Jefri Bomanak, kelompok OPM lain. “Mereka ini yang merampok saya, Jubir Komnas TPNPB pada 13 Januari 2021 lalu dan setelah mereka tertangkap saya menganggap mereka kena hukum karma,” beber Sebby melalui pesan singkatnya, Jumat (10/9).

 Ia menyebut seharusnya senjata yang dibawa keduanya bisa masuk aman namun karena pernah kurang ajar terhadap jubir akhirnya alam Papua menyerahkan mereka pada musuh. “Yulian Uropmabin itu bersama Jefry Bomanak Pagawak mengatur  skenario merampok saya di Arawa Bougainvile maka imbasnya hukum karma termasuk yang ditangkap di Doyo dengan 2 pucuk senjata M16 itu juga satu kelompok,” ujar Sebby. 

Ia melihat alasan kelompok ini melakukan perampokan tak lain karena iri hati dan ambisi.  Jefry menurutnya  menginginkan memimpin TPNPB namun karena TPNPB sendiri masih eksis hingga kini sehingga tidak bisa dipengaruhi. 

Jefry menurut Sebby hanyalah sosok orang yang tidak mampu kerja sehingga melakukan cara – cara kotor,  bertindak brutal dan liar. “Jefry berambisi menjadi panglima TPNPB namun Komnas TPNPB masih eksis sehingga ia berbuat begitu untuk menghancurkan persatuan militer Komnas TPNPB namun kami pikir tidak semudah itu,” tambahnya.  

Dari perampokan tersebut Sebby mengaku kehilangan uang kina PGK44,500 atau sekira Rp 200 juta lalu ada tas ransel yang berisi semua dokumen TPNPB. 

 “Ada juga handphone merk Oppo  dan tas pinggang. Kemudian saya melapor ke petugas di Bougainvile dan akhirnya berhasil ditemukan namun uang dan handphone serta tas pinggang tidak dikembalikan. Kelompok Jefry ini memang kurang ajar sehingga saya meminta keadilan pada Tuhan agar  mereka dihukum dan akhirnya Yulian sudah ditangkap dan ini baik menurut saya,” pungkasnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Pola Pengamanan di Papua Bakal Dievaluasi

Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…

36 minutes ago

Bupati Silih Berganti Kondisi Jalan dan Selokan Tak Pernah Berubah

Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…

2 hours ago

Serap Keluhan dan Aspirasi Hakim, Mulai Masalah Pengawasan hingga Kesejahteraan

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…

2 hours ago

Sanksi Menanti yang Live Saat Jam Kerja

​Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…

3 hours ago

KNPB Sebut Tak Ada Integrasi Melainkan Pencaplokan Secara Ilegal

Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…

4 hours ago

Program Pembangunan Papua Harus Terintegrasi

“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…

5 hours ago