Categories: BERITA UTAMA

Pemberangkatan Ditunda Karena Syarat Administrasi Belum Dilengkapi

Sejumlah perwakilan warga asal Saireri yang akan dipulangkan ke kampung halamannya saat melakukan pertemuan dengan DPR Papua di gedung DPR Papua, Selasa (9/6). ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA–Rencana keberangkatan masyarakat asal Saireri yang akan pulang ke kampung halamannya masing – masing, terpaksa ditunda. Seharusnya warga asal Saireri yang “terjebak” di Jayapura karena penutupan akses transportasi baik darat maupun udara ini sudah bisa pulang pada Rabu (10/6) kemarin sesuai dengan agenda awal. Namun persoalan persyaratan administrasi surat – surat yang belum sepenuhnya dikantongi oleh para pihak akhirnya pemberangkatan kemarin batal. 

 Namun panitia memastikan jika hari ini Kamis (11/6) mereka yang sudah terjadwal dan memenuhi syarat khususnya dari Kabupaten Waropen akan diberangkatkan lebih dulu. “Tadi rencananya memang sudah ada yang berangkat namun kami masih mengurus  surat yang memang menjadi persyaratan keluarnya akan lambat akhirnya kapal belum bisa keluar dari Pelabuhan Jayapura,” kata salah satu koordinator pemulangan, Yonas Nusi melalui ponselnya, Rabu (10/6). 

 Yonas membenarkan bahwa awalnya panitia memberi informasi jika pemberangkatan sudah bisa dilakukan kemarin pukul 16.00 WIT. Namun karena terkendala dalam surat perizinan dan perjalanan, akhirnya waktu ikut diundur. Namun  dari pengunduran ini pihaknya tetap mengecek kesiapan kapal dan ternyata untuk pemberangkatan pertama tetap dengan tujuan Kabupaten Waropen. Nusi menyebut ada hampir 300 warga Waropen yang akan dipulangkan. “Jumlahnya hampir 300 orang dan pemerintah setempat (Waropen) sudah siap menerima. Mereka akan menggunakan KM Cantika 77,” jelasnya.

 Selain itu dikatakan untuk penumpang asal Biak kemungkinan besar juga sudah bisa diberangkatkan menyusul kepastikan KM Sabuk Nusantara 29  dengan tujuan Biak. “Yang jelas bagi mereka yang sudah memenuhi persyaratan itu yang berangkat. Tadi sempat terganggu karena surat dari pemerintah provinsi belum dipegang oleh KSOP dan lainnya tapi sejak awal kami sudah sampaikan untuk semua bersabar dan berdoa. Kami hanya memfasilitasi  untuk bisa berangkat dan ini kerja juga karena panggilan, bukan karena apa – apa,” pungkasnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Tiga Ruangan Baru di RSUD Wamena Diresmikan

Untuk mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Wamena, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya meresmikan 3 ruangan yang…

6 hours ago

Dinkes Lanny Jaya Turun Kirimkan Tim Ke 3 Distrik Yang Terdampak Hujan Es

Kepala Dinas Kesehatan Lanny Jaya, Niel Yigibalom, SKM., M.Si., menyampaikan kondisi tersebut dalam rapat bersama…

7 hours ago

Pemprov Papua Pegunungan Minta Bantuan Pusat

Wakil Gubernur Papua Pegununugan Dr. Ones Pahabol, SE, MM menyatakan tak bisa dipungkiri lagi jika…

8 hours ago

Bupati Keerom Lantik Ketua Baru Kwarcab Pramuka  Keerom

Momen ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan Pramuka di Kabupaten Keerom setelah sempat vakum selama…

14 hours ago

Polres Jayapura Amankan 79 Botol Boplas di Doyo Lama

Penertiban dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penjualan Boplas yang dinilai meresahkan.…

15 hours ago

Kantor DPR Papua Digeledah Kejaksaan

Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…

1 day ago