

JAYAPURA-Empat tahanan Polresta Jayapura Kota yang dirawat di RS Bhayangkara karena terpapar virus Corona atau Covid-19, melarikan diri dari ruang perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua, Rabu (10/6) sekira pukul 12.30 WIT.
Empat tahanan Herul, Maxi Windey, Israel Torey dan Melvin yang dirawat di Ruangan Yasso 2, kabur setelah membobol terali jendela ruangan.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. AM Kamal menyayangkan kaburnya 4 tahanan yang msih menjalani perawatan tersebut. Pasalnya keempatnya dikhawatirkan akan menyebarkan virus Corona ke keluarga atau orang-orang yang ditemuinya selama pelarian.
“Kepada 4 tahanan yang melarikan diri untuk segera menyerahkan diri sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut. Kepada seluruh masyarakat yang mengetahui keberadaan 4 tahanan tersebut agar dapat menghubungi Pos Polisi terdekat,” pinta Kamal saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (10/6).
Saat ini lanjut Kamal, personel bersama tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 masih melakukan pencarian terhadap tahanan yang melarikan diri.
Kamal menerangkan, 4 pelaku diketahui kabur saat petugas rumah sakit dan anggota Polri hendak mengantarkan makanan kepada tahanan yang sedang dirawat di Ruangan Yasso 2.
Namun saat tiba di ruangan, petugas melihat tralis jendela ruangan yang sudah dibobol oleh para tahanan. “melihat kejadian itu, petugas langsung melapor ke pos penjagaan rumah sakit. Diketahui 4 orang tahanan melarikan diri meninggalkan rumah sakit Bhayangkara,” terangnya.
Pasca kaburnya tahanan lanjut Kamal, Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Gatot Hariwibowo bersama Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu mengunjungi Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengecek para tahanan yang masih dirawat.
Secara terpisah, Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Gustav R Urbinas menyampaikan anggota sedang melakukan pengejaran di lapangan.
“Empat tahanan tersebut diawasi oleh anggota, namun mereka kabur dengan cara mematahkan teralis jendela. Saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap tahanan yang melarikan diri,” pungkasnya. (fia/nat)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…