

Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si, Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko, SIP, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. Eka Ganta Chandara, SIP, Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji dan Kajari Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH, saat melakukan peninjauan TPS -TPS di Merauke kemarin. (FOTO: Sulo/Cepos)
MERAUKE-Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si, pada Pilkada serentak kemarin tidak mencoblos, karena tidak mendapatkan surat C pemberitahuan. Kepada wartawan saat melakukan pemantauan sejumlah TPS di SD YPPK Santo Agustinus Bambu Pemali, Bupati Frederikus Gebze mengaku namanya tidak terdaftar sebagai pemilih.
Menurutnya, dirinya menunggu surat pemberitahuan tersebut tapi tidak diterima. Bahkan dia mengaku sudah ke TPS namun namanya tidak ada. “Artinya kerja-kerja KPU untuk menginformasikan ke RT dan RW dan distribusi undangan menjadi catatan. Sehingga menurut saya ini juga harus disikapi. Artinya, kami sebagai pejabat saja begitu, bagaimana dengan masyarakat,’’ kata bupati Frederikus Gebze.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Frederikus Gebze mengaku akan tetap memberikan hak pilihnya di TPS setelah di atas pukul 12.00 WIT, namun karena melakukan patroli bersama dengan Muspida hingga rencana ke TPS tersebut tidak terwujud.
Sementara dalam pemantuan TPS itu, bupati Frederikus Gebze tidak sendiri. Tapi dengan Muspida lainnya, yakni Danrem 174/ATW Brigjen TNI Bangun Nawoko, SIP, Dandim 1707/Merauke Letkol Inf. Eka Ganta Chandara, SIP, Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji dan Kajari Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH. “Kita juga mengawasi, karena kebetulan ada Pak Kapolres dan Pak Kajari sebagai tim Gakkumdu. Jangan sampai nanti di detik-detik terakhir ada pemaksaan kehendak dari setiap orang yang mau memilih. Nah, bagaimana untuk mengantisipasi hal seperti itu,’’ terangnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Merauke Theresia Mahuze menjelaskan bahwa untuk Bupati Merauke Frederikus Gebze terdaftar bersama istri di Kelurahan Maro pada TPS 17 yang berada di SDN I Merauke. “Mungkin beliau tidak dapat undangan, sehingga berpikir tidak terdaftar dalam DPT. Teman-teman wartawan bisa cek langsung. Saat saya dapat informasi ini, saya langsung perintahkan langsung cros cek apakah memang benar tidak terdaftar. Setelah kita cros cek, ternyata beliau terdaftar dan berada di urut nomor 300 dalam DPT dan istri di nomor urut 301,’’ katanya. (ulo/tri)
"Generasi muda Papua adalah aset penting bangsa. Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk membimbing,…
Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P Helan, memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama perayaan…
Menjelang perayaan Hari Raya Trisuci Waisak, umat Buddha di Kota Jayapura mulai sibuk bersiap. Vihara…
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua mendistribusikan bantuan logistik ke Kabupaten Mamberamo Raya mengantisipasi…
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer…
Dalam pandangannya, kenaikan drastis ini melahirkan pertanyaan mendasar di benak publik: "Gaji hakim naik, rakyat…