

JAYAPURA – Tak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menarik perhatian publik dari kondisi pasien bernama Sarwana. Hanya setengah hari setelah diputuskan untuk dilakukan perawatan intensif di RSUD Jayapura, masyarakat dari berbagai kalangan terus berdatangan membesuk.
Bahkan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., setelah menyelesaikan ibadah salat Isya dirinya langsung mendatangi pasien Sarwana. Saat itu, ibu dua anak ini masih berada di IGD dan Rustan Saru langsung berbincang-bincang mencari tahu apa penyebab awal sakitnya termasuk mengapa harus menunggu bertahun-tahun baru dibawa ke rumah sakit.
Tak hanya Rustan Saru, sejumlah tokoh Kerukunan Kelurarga Sulawesi Selatan (KKSS), malam berikutnya juga terlihat ikut menyambangi pasien tersebut. Tentunya untuk memberikan dukungan agar Sarwana bisa lekas pulih.
“Saya kaget saja sebab tiba-tiba disebutkan jika ada warga yang sakit sudah menahun dan tidak terdeteksi oleh dinas kesehatan. Setelah mendengar saya coba cek langsung dan ternyata sisi ekonomi dan informasi yang tak begitu dipahami sehingga banyak menggunakan pengobatan tradisional,” kata Rustan Saru usai mengunjungi pasien Senin (8/7) malam.
Ia mendengar bahwa sakitnya pasien ini sudah lama, sejak 2006 namun sakitnya kambuhan. “Untungnya tadi ada inisiatif dari tetangga, keluarga dan teman-teman komunitas. Saya pikir ini hal yang patut dicontoh. Saya berharap bisa segera didiagnosa. Sebab saya lihat orangnya bisa berkomunikasi dengan baik dan semoga ada sentuhan kasih. Harapan saya pasien Sarwana juga bisa segera pulih,” imbuhnya.
Sang suami sendiri terlihat lebih banyak diam. Hanya menyalami dan sesekali tersenyum jika ada yang datang berkunjung.
Hingga tadi malam tercatat selain Wakil Wali Kota Jayapura, ada juga dari Forum Komunitas Jayapura, Bikers Subuhan serta KKSS yang menjenguk Sarwana. “Kami bersyukur karena banyak yang peduli. Di sini kami hanya berpikir bahwa pasien ini memiliki hak dan harus mendapatkan pelayanan kesehatan. Kalau dihalang-halangi apalagi tak dirawat justru kita akan salah sebab ia punya hak untuk sembuh dan sehat. Kami hanya memikirkan dari aspek kemanusiaan,” kata Gunawan salah satu pekerja sosial di Jayapura.
Gunawan dan timnya dari Keladi Sagu yang sejak dari kos-kosan hingga kemarin malam terus mendampingi pasien dan keluarga. Termasuk mengurus administrasi maupun BPJS yang dibutuhkan. “Sedikit ada trouble sebab BPJS-nya sudah tidak aktif dua tahun dan harus melakukan perekaman e-KTP di Kota Jayapura. Tapi pelan – pelan kami bantu uruskan dan kami harap OPD seperti Disdukcapil bisa memaklumi kondisi pasien yang belum bisa apa-apa,” pungkasnya. (ade/nat)
Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Jayawijaya melalui Komis C melakukan Sidak ke Dinas Sosial untuk…
Setahun berikutnya, ia menuntaskan S2 di jurusan Informatika dari kampus yang sama pada 2013. Sejak…
Aviasi Penerbangan Trigana Air Service saat ini sedang melakukan efisiensi biaya operasional penerbangan yang cukup…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Selatan menggandeng Global Green Growth Institute (GGGI) dan para pemangku kepentingan…
Setelah bencana longsor yang terjadi di Distrik Tagineri, Tanggime dan Bolakme (Banjir), kini giliran Distrik…
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol mengatakan, salah satu alasan nikah…