

PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM saat memberikan arahan kepada para pengungsi Nduga yang ada di Distrik Muliama Kabupaten Jayawijaya, Jumat (7/6) kemarin. (foto:Denny/ Cepos)
WAMENA– Pemkab Jayawijaya memastikan untuk memberikan pelayanan pendidikan dan kesehatan kepada pengungsi dari Kabupaten Nduga di Jayawijaya.
PJ Bupati Jayawijaya Dr. Sumule Tumbo, SE, MM menyatakan untuk pelayanan Pendidikan ini akan disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan untuk pelayanan Kesehatan juga akan disampaikan kepada kepala Dinas Kesehatan untuk bagaimana caranya memberikan pelayanan mendasar ini kepada saudara-saudara dari kabupaten Nduga yang mengungsi ke Jayawijaya.
“Kami sudah melakukan rapat dengan BPJS sehingga disepakati Fasyankes tak boleh menolak siapapun yang sakit, RSUD Wamena terbuka untuk membantu masyarakat masyarakat dari 8 kabupaten para bupati sudah melakukan MoU dan kita akan lakukan secara konsisten,” ungkapnya Jumat (7/6) kemarin.
Ia menegaskan siapapun yang sakit dan membutuhkan pertolongan atau perawatan medis bisa datang ke Fasyankes yang ada di Jayawijaya, khusus untuk RSUD Wamena telah ditekankan kepada Direktur untuk tidak diperkenankan untuk menolak dan harus dilayani meskipun belum ada KTPnya karena nanti ada petugas dukcapil provinsi yang ditugaskan di setiuap fasiankes.
“Kalau masyarakat pengungsi Nduga ini berobat namun belum, ada KTP nya nanti ada petugas Dukcapil yang mencatatat dan didaftarkan NIK nya ke BPJS sehingga kepesertaannya akan aktif, tidak ada alasan untuk menolak siapapun yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegas Tumbo.
Sementara itu PJ BupatiJayawijaya ini mengatakan sesuai dengan arahan Kemendikbudristek untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada pengungsi Nduga di Jayawijaya pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Prof Yohanes Surya akan hadir di Wamena untuk menindaklanjuti program Pendidikan sistem Gampang, Asyik dan Menyenangkan (Gasing)
“Jadi saya ingin dinas Pendidikan Kabupaten Jayawijaya mengakomodir anak -anak usia sekolah dari Pengungsi Nduga agar dimasukan dalam program tersebut guna dilatih kemampuan berhitungnya,”bebernya.
Ia juga menambahkan selama ini anak -anak dari Pengungsi Nduga sudah masuk di sekolah yang ada di Jayawijaya dan datanya sudah ada, namun apabila ada yang belum terdata maka akan menjadi kewajiban pemerintah Kabupaten Jayawijaya melalui dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti dan merampungkan data dan ini menjadi target sasara memberikan Pendidikan secara gratis.
“Nanti dinas pendidikan akan merampungkan data bagi anak-anak usia sekolah dari Paud sampai dengan SMA/SMK agar bisa kembali mendapatkan Pendidikan di Kabupaten Jayawijaya,” tutup Pj Bupati Jayawijaya. (jo/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kapolres Jayawijaya melalui Kabag Ops AKP Edy T Sabhara menjelaskan untuk insiden jembatan yang putus…
Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, pada 2026 mengalokasikan dana hibah sebesar Rp11 miliar untuk 500…
Franky yang memiliki golongan darah B tersebut mengaku pada awalnya dia melakukan donor ada kekuatiran…
Sanking banyaknya orang menaiki jembatan tersebut akhirnya tali jembatan putus dan 30 an orang tenggelam.…
Pemusnahan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan eksekusi perkara pidana oleh kejaksaan, tidak hanya terhadap terpidana,…
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah penduduk di daerah itu mencapai 1,074 juta…