Categories: BERITA UTAMA

Hingga Kamis Malam,  Sudah Terjadi 1108 Gempa, 144 Dirasakan

JAYAPURA – Wilayah sekitar Kota Jayapura masih terus diguncang gempa bumi. Berdasarkan hasil pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejak gempa bumi M4,9 (update M5.4) Kota Jayapura 2 Januari 2023 hingga Kamis 9 Februari 2023 pukul 20:07 WIT telah terjadi gempa bumi di wilayah sekitar Kota Jayapura sebanyak 1108 kali dengan 144 kejadian diantaranya dirasakan oleh masyarakat.

BMKG melalui Stasiun Geofisika Angkasa Jayapura di awal tahun ini harus bolak-balik menyiapkan informasi soal terjadinya gempa bumi di awal tahun ini. Mengingat gempa susulan masih terus terjadi.

Untungnya saat ini Stasiun Geofisika Jayapura sudah memiliki SeiscomP4 Seismic Communication Processing 4. Suatu perangkat lunak yang digunakan untuk menganalisis sinyal seismik secara real-time sehingga menghasilkan parameter gempa bumi secara cepat dalam kurun waktu kurang dari lima menit.

Setiap terjadi gempa, maka aplikasi ini akan menampilkan sinyal yang diberikan oleh sensor-sensor yang ada di sekitar terjadinya pusat gempa. Layar monitor akan menampilkan garis-garis yang diberikan oleh sensor akibat aktivitas gempa. Untuk sensor gempa sendiri, wilayah Papua sudah terpasang 23 sensor.

“Aplikasi ini real time berbasis linux dan mencatat event dari seluruh sensor yang ada di dalam jaringan nasional, khusus untuk Papua yang diberikan ke kami itu sekitar 23 sensor,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Jayapura, Herlambang belum lama ini. Herlambang menjelaskan bahwa semakin banyak sensor di daerah terjadi gempa maka SeiscomP4 akan memberikan data lebih cepat dan lebih akurat.

Herlambang juga menyatakan bila aplikasi yang didatangkan pada Maret 2022 itu sebenarnya sudah memberikan sinyal dalam hitungan detik saat gempa terjadi. Tapi tetap membutuhkan analisa lebih dulu dari berbagai sensor yang memberikan sinyal untuk mendapatkan data yang akurat. (eri/fia/wen)

newsportal

Recent Posts

Theo: Tak Masuk Akal Orang Papua Sandera Orang Papua

Theo menilai kasus dugaan penyanderaan itu masih belum jelas karena adanya perbedaan informasi antara pihak…

22 hours ago

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm bagi Perguruan Tinggi di Papua

   Merespon terkait dengan kasus tersebut​, Pengamat Kebijakan Publik Papua, Dr. Methodius Kossay, M.Hum., menegaskan…

23 hours ago

El Nino Kuat Bayangi Mimika, BMKG Peringatkan Asap Kiriman dan Gangguan Penerbangan

BMKG Stasiun Meteorologi Mozes Kilangin Timika mengimbau warga Kabupaten Mimika untuk mewaspadai cuaca ekstrem akibat…

23 hours ago

Giliran Asap Negara Tetangga Resahkan Warga RI-PNG

Asap yang disinyalir dari kebakaran hutan dan lahan ini justru muncul dari arah negara tetangga…

24 hours ago

Satpol PP Siagakan 10 Personel Amankan  Kantor Dinkes Merauke

Penempatan personel tersebut dilakukan menyusul persoalan pemalangan Kantor Dinas Kesehatan yang sebelumnya membuat aktivitas pegawai…

1 day ago

Melaju di Atas Aspal dari Malam Tembus Pagi, Terapkan Monitoring  24 Jam

Di tengah tuntutan pemenuhan  hidup, Komunitas Laskar Di Rantau (LDR) telah membuktikan bahwa keterbatasan dan…

1 day ago