

Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua, Kompol Agus F. Pombos. (foto:Karel/Cepos)
JAYAPURA– Bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir menjadi peringatan penting bagi semua pihak, termasuk di Papua. Sejumlah banjir bandang di berbagai daerah, seperti di Sumatera Utara, diduga kuat dipicu oleh aktivitas eksploitasi hutan yang tidak terkendali, baik melalui praktik illegal logging maupun operasi tambang tanpa izin.
Kondisi ini menjadi pelajaran serius bagi Pemerintah Provinsi Papua dan aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas tambang ilegal. Menanggapi situasi tersebut, Polda Papua memastikan tidak akan memberi ruang bagi praktik penambangan ilegal di seluruh wilayah Papua. Penegasan ini disampaikan oleh Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Papua, Kompol Agus F. Pombos, saat diwawancarai Cenderawasih Pos, Jumat (5/12).
Kompol Agus menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen penuh memberantas aktivitas tambang ilegal di Tanah Papua. Menurutnya, upaya itu tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi kuat antara aparat penegak hukum, dinas teknis pemerintah, serta partisipasi masyarakat. “Ini agar tidak ada tambang-tambang ilegal, itu komitmen kami. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Polisi harus bekerja sama dengan dinas terkait dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penegakan hukum memang menjadi wewenang Polri, namun tindakan pidana merupakan langkah terakhir setelah berbagai upaya pencegahan dilakukan melalui koordinasi, sosialisasi, dan kolaborasi lintas instansi. “Penegakan hukum adalah upaya utama, tetapi juga merupakan langkah akhir setelah kita melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan dinas terkait dan masyarakat,” jelasnya.
Page: 1 2
Enam gubernur serta 42 bupati dan wali kota dari seluruh penjuru Tanah Papua berkumpul di…
Mantan Anggota DPRK Jayawijaya mengaku permintaan penambahan pasukan dari Polda Papua ini bukan tanpa alasan.…
Dari hasil perkembangan 32 orang telah diamankan di Mapolres Jayapura, dari jumlah tersebut sembilan orang…
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk pernyataan sikap dan penyampaian aspirasi terkait isu-isu sosial serta penegakan…
Padahal beberapa tahun lalu, Ruko Dok II adalah salah satu tempat favorit warga Kota Jayapura…
Operasi pengamanan ini berlangsung selama dua hari, 8-9 Mei 2026, menempuh rute perairan dari Distrik…