

JAYAPURA – Di tengah lesunya perputaran uang buntut efisiensi anggaran, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di wilayah Papua hingga pertengahan 2026 menunjukkan tren positif. Hingga akhir Juni 2026, pendapatan negara yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,90 triliun, sementara belanja negara telah direalisasikan sebesar Rp24,50 triliun untuk mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Tanah Papua.
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas target Pajak Dalam Negeri sebesar Rp5,73 triliun, Pajak Perdagangan Internasional Rp234,54 miliar, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp822,78 miliar. Kepala Direktorat Jenderal Perbendaharaan Wilayah Papua, Izharul Haq mengatakan, Hingga 30 Juni 2026, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp2,90 triliun atau 42,78 persen dari target yang ditetapkan.
“Kontributor terbesar berasal dari Pajak Dalam Negeri yang mencapai Rp1,71 triliun. Peningkatan ini didorong oleh pertumbuhan penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) Nonmigas serta Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya kepatuhan wajib pajak, penguatan pengawasan melalui implementasi sistem Coretax, serta pengelolaan restitusi yang lebih baik,” katanya dalam rilis, Jumat (7/8).
Page: 1 2
Aktivitas kantor di Sekretariat DPR Papua, Jumat (25/9) mendadak tegang. Ini lantaran sejumlah penyidik kejaksaan…
Kedatangan para tokoh adat dipimpin Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen di Tanah Tabi, Karlos…
Alih-alih masuk ke blok hunian utama, tim Ombudsman justru menemukan deretan bangunan yang menarik perhatian.…
Presiden Prabowo Subianto memutuskan membentuk Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) untuk memperkuat pencegahan…
Juru Bicara BGN Tysa Novenny mengatakan keterlibatan sekolah menjadi bagian penting dalam membangun sistem pengawasan…
Banyak sekali kebun yang dibuat oleh warga. Lokasi yang harusnya ditumbuhi pepohonan besar tiba-tiba berubah…