

Anggota KKB Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge (30), saat diamankan diMako Polres Nduga, Kamis (7/8). (foto:Humas ODC)
Aparat Temukan Chat Komunikasi dengan Pengusaha
JAYAPURA-Aparat gabungan berhasil mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) wilayah Nduga, Papua. Pelaku diketahui bernama Nowaiten Telenggen alias German Ubruangge (30). Ia adalah salah satu anak buah dari jaringan KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Penangkapan dilakukan di Nduga, pada Kamis, (7/8), oleh tim gabungan usai menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan pelaku yang sedang berada disalah satu puskesmas dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Sekitar pukul 09.04 WIT, aparat langsung melakukan penangkapan tanpa perlawanan dan membawa pelaku ke Mako Polres Nduga untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil interogasi awal, Nowaiten mengakui keterlibatannya dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata yang menjadi perhatian nasional, yakni, penembakan mobil armor putih di Jalan Trans Batas Batu, Kampung Yasoma, pada 21 April 2022.
Penembakan pesawat SAM Air PK-SMG di Bandara Kenyam pada 7 Juni 2022. Pembantaian terhadap pendeta, ustaz, dan warga sipil di Kampung Nogolaid pada 16 Juli 2022. Selain terlibat dalam aksi bersenjata, Nowaiten juga mengaku berperan sebagai penyuplai bahan makanan (bama) untuk kelompok Egianus Kogoya, serta bertindak sebagai pendokumentasi setiap aksi kelompok tersebut.
Page: 1 2
Setelah melewati satu musim penuh kompetisi, Arthur akhirnya merasakan langsung bagaimana atmosfer sepak bola di…
Kepala Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menilai peristiwa tersebut sebagai dugaan pelanggaran hak asasi manusia…
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…