Categories: BERITA UTAMA

Disinyalir Melibatkan Tiga Kepala Kampung

Kasus Penyelundupan 651 Butir Amunisi

JAYAPURA-Penyidikan terhadap kasus penyelundupan 651 butir amunisi di Yalimo beberapa waktu lalu  yang diduga melibatkan seorang oknum ASN terus dikembangkan.

Kabar terakhirnya adalah kasus ini melibatkan tiga oknum kepala kampung  dimana salah satunya berhasil ditangkap. Saat ini penyidik masih menyelidiki dua oknum kepala kampung lainnya yang diduga ikut berkontribusi atas pembelian 615 amunisi tersebut.

“Selama kami di Keneyam, Nduga kasus ini terus kami dalami dan kami melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., SIK., MH.,  di ruang kerjanya,  Senin (8/8).

Dari pemeriksaan dan penyidikan yang dilakukan disebutkan bahwa Polisi  akhirnya mengamankan satu kepala kampung berinisial TL. “Iya oknum kepala kampung Wusi berinisial TL, sudah kami lakukan penangkapan dan penahanan juga,” imbuh Faisal.

TL sendiri ditangkap pada 4 Agustus lalu dan dari pengakuan TL, disebutkan bahwa ia menyerahkan uang Rp 150 juta yang diambil dari dana desa.

“Tanggal 4 Agustus kami tangkap dan ia menyatakan memberikan secara sukarela, tak ada paksaan,” sambung Dirkrimum.

Saat ini dikatakan pihaknya masih mengejar dua donatur lainnya yang juga diduga bekerja sebagai kepala kampung. “Kami juga sudah meminta satu kepala kampung lainnya namun yang meminta adalah sekretaris desa yang  mengatakan untuk mahasiswa dan butuh biaya pendidikan. Jadi ada tiga kepala kampung dan totalnya sekitar Rp 450 juta yang terpakai,” imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya ada oknum ASN  berinisial AN yang terjaring patroli oleh Polres Yalimo pada Rabu (29/6).

ASN tersebut bekerja di Kabupaten Nduga Papua dan ditangkap karena kedapatan membawa 615 butir munisi. Ia disinyalir menjadi kurir untuk menyuplai  munisi dan senjata KKB kelompok Egianus Kogoya. Dari tangan AN, Polisi menemukan senjata rakitan AFN dan amunisi sebanyak 615 butir dengan rincian amunisi MK3 sebanyak 379 butir, moser 2 butir, AK 3 butir, SS1 158 butir, revolver 10 butir, US Carabine 52 butir, dan V2 Sabhara 11 butir. Informasi lain menyebut bahwa untuk satu butir peluru dihargai Rp 200 ribu. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

7 minutes ago

Pengunjung Kurang, Pendapatan Pengelola Pantai Hamadi Merosot

   Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…

5 hours ago

Festival Port Numbay 2026 Promosikan Potensi Kampung Wisata

   Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…

7 hours ago

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Perkuat Legalitas dan Manajemen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…

8 hours ago

Disiplin dan Berintegritas Kunci Pelayanan Publik Berkualitas

  Menurut Abisai, ASN merupakan ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan. Karena itu, setiap pegawai dituntut untuk…

9 hours ago

Lomba Gerak Jalan HUT RI  Disambut Antusias 

   Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Bobby Johanis Enos Awi,…

10 hours ago