Johan menekankan bahwa proses pemilihan vendor atau perusahaan harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga meminta agar kesempatan diberikan secara adil kepada para pengusaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk mengikuti proses pengadaan secara sehat.
“Kami berharap proses pengadaan dilakukan secara terbuka dan transparan, serta memberikan kesempatan yang sama kepada pengusaha lokal yang memiliki kompetensi, khususnya Orang Asli Papua,” ujarnya. Menurut Johan, laporan yang diajukan oleh pemilik perusahaan ke kepolisian merupakan hak setiap warga negara untuk mencari keadilan. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.
“Laporan dari pemilik CV ke Polda adalah hak setiap warga negara. Polda harus menyikapi ini secara serius karena ada indikasi kuat benturan kepentingan dalam pengadaan yang berpotensi pada tindak pidana korupsi,” tegas Johan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Anis Labene menyebut bantuan ini menjawab aspirasi masyarakat Puncak, terutama di daerah pemilihan 3 dan…
Rapat paripurna dipimpin langsung Ketua DPRK Kota Jayapura, Theos R. B. Ajomi serta dihadiri Wali…
Sementara untuk audit terinci rencananya akan dilakukan pada bulan April mendatang. Oleh karena itu, ditekankan…
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka meninjau pelayanan kesehatan sekaligus menilai kesiapan RSUD Jayapura sebagai rumah…
Wamendes menyebut, kunjungannya ke Titik Nol Indonesia paling timur tersebut sebagai bentuk penengasan komitmen pemerintah…
Menurut Bobby, pelaksanaan turnamen ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat karena menjadi ruang positif bagi…