Johan menekankan bahwa proses pemilihan vendor atau perusahaan harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Ia juga meminta agar kesempatan diberikan secara adil kepada para pengusaha lokal, khususnya Orang Asli Papua (OAP), yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk mengikuti proses pengadaan secara sehat.
“Kami berharap proses pengadaan dilakukan secara terbuka dan transparan, serta memberikan kesempatan yang sama kepada pengusaha lokal yang memiliki kompetensi, khususnya Orang Asli Papua,” ujarnya. Menurut Johan, laporan yang diajukan oleh pemilik perusahaan ke kepolisian merupakan hak setiap warga negara untuk mencari keadilan. Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional.
“Laporan dari pemilik CV ke Polda adalah hak setiap warga negara. Polda harus menyikapi ini secara serius karena ada indikasi kuat benturan kepentingan dalam pengadaan yang berpotensi pada tindak pidana korupsi,” tegas Johan. (rel/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Komandan Satgas Pamtas RI-PNG 725/WRG Letkol Inf Muhamad Safril menyatakan meskipun saat iniTNI/POLRI sedang diberikan…
Kenapa Minuman Manis Kurang Tepat Saat Haus? Saat cuaca panas, tubuh kehilangan banyak cairan melalui…
Puluhan personel gabungan dikerahkan, melibatkan Brimob Batalyon B Polda Papua Tengah, Satuan Sabhara, Satuan Narkoba,…
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menilai Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menunjukan sikap…
Petugas membuntuti TN sejak dari pos penyekatan di wilayah Kwamki Narama sebelum akhirnya menyergap pelaku…
Tuntutan para pendemo tersebut sama dengan aksi demo sebelumnya yang menolak Program Strategis Nasional serta…