Karena itu, tegas Heribertus apa yang yang tengah diperjuangkan rakyat tersebut didukung oleh DPR. “Karena kita dipilih juga untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tandasnya.
Heribertus juga mengaku bahwa pihaknya untuk sampai ke Wanam dimana program PSN tersebut sangat sulit.
‘’Awal-awalnya, kami mau cari akses masuk saja tidak bisa. Makanya waktu itu, Pak Komar (Komaruddin Watubun,red), Pak Edo (Edoardus Kaize,red) dan saya, kami carter pesawat untuk lihat dari atas luasnya hutan yang sudah ditebang. Tapi, belum diapa-apakan,”katanya.
Bagaimana dengan skarang? Heribertus mengaku bahwa masih sama. Baru sekitar 8 atau 12 hektar yang digarap sebagai percontohan. Tapi pembukaan untuk sawah itu masih ada dan belum diapa-apakan. ‘’Karena yang diprioritaskan sekarang itu jalan dan itu yang mendapat halangan itu yang terjadi sekarang. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Apabila mikroplastik masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan, mikroplastik akan melekat pada dinding usus,…
Merujuk pada pemaparan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), akrilamida didefinisikan sebagai…
Berdasarkan rilis diterima media ini dari Humas Polres Mappi, Kapolres Mappi Kompol Suparmin, melalui Kasat…
Bentuk protes tersebut dilakukan di Lingkaran Abepura sambil membawa poster beragam tulisan, di antaranya: Salibkan…
Seharusnya menurut mereka, kehadiran Menteri HAM di Papua menjadi momentum untuk bertemu langsung dengan mahasiswa,…
Kepala Unit Kemoterapi RSUD Jayapura, dr Jan Frits Siauta, SpB subsp (K), Finacs mengungkapkan, sejumlah…