Karena itu, tegas Heribertus apa yang yang tengah diperjuangkan rakyat tersebut didukung oleh DPR. “Karena kita dipilih juga untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat,’’ tandasnya.
Heribertus juga mengaku bahwa pihaknya untuk sampai ke Wanam dimana program PSN tersebut sangat sulit.
‘’Awal-awalnya, kami mau cari akses masuk saja tidak bisa. Makanya waktu itu, Pak Komar (Komaruddin Watubun,red), Pak Edo (Edoardus Kaize,red) dan saya, kami carter pesawat untuk lihat dari atas luasnya hutan yang sudah ditebang. Tapi, belum diapa-apakan,”katanya.
Bagaimana dengan skarang? Heribertus mengaku bahwa masih sama. Baru sekitar 8 atau 12 hektar yang digarap sebagai percontohan. Tapi pembukaan untuk sawah itu masih ada dan belum diapa-apakan. ‘’Karena yang diprioritaskan sekarang itu jalan dan itu yang mendapat halangan itu yang terjadi sekarang. (ulo/ade)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…
Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…
Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, melalui Staf Ahli Wali Kota, Sem Stenly Merauje,…
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…