

Penyidik Polda Papua saat menyerahkan oknum anggota TNI, Pratu TB ke Pihak Pomdam XVIII/Cenderawasih, Kamis (4/9).
Pelaku Diduga Oknum Polisi Militer
JAYAPURA– Miris, diduga hanya karena persoalan uang parkir yang berbuntut pelemparan terjadi tindakan yang bisa memantik emosi warga. Seorang oknum anggota Polisi Militer (PM) Pomdam XVII Cenderawasih berinisial TB berpangkat Pratu diduga terlibat dari aksi penembakan yang menewaskan seorang tukang parkir bernama Lambert alias Obet.
Pelaku usai melepas tembakan kabarnya langsung kabur ke daerah Holtekamp dan sempat dilakukan pengejaran oleh aparat kepolisian. Hingga saat diamankan kemudian dilakukan pemeriksaan akhirnya diketahui status pelaku yang adalah anggota TNI.
Setelah dilakukan pemeriksaan awal, Pratu TB akhirnya diserahkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua ke Polisi Militer (Pomdam) XVII/Cenderawasih.
“Pelaku diserahkan karena diduga terlibat tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain,” jelas Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, Kamis (4/9).
Dari kronologis yang diperoleh Cenderawasih Pos diketahui kejadian tersebut terjadi sekira pukul 00.20 WIT di lorong samping Sagita Entrop. Awalnya Pratu TB baru saja melakukan penarikan uang di ATM dan saat hendak keluar ia kemudian didekati korban untuk dimintai uang parkir sebesar Rp 5000.
Page: 1 2
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…
–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…
Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…
Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…
Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…
Menurutnya, mata rantai penyalahgunaan Solar subsidi harus segera diputus karena dampaknya sudah sangat merugikan…