

Dua mantan KSTB saat menyerahkan satu pucuk senjata api rakitan kepada Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg,di Boven Digoel , Jumat (5/5). Satgas 725/Wrg for Cepos
BOVEN DIGOEL– Jika sebelumnya mantan Kelompok Separatis Teroris Bersenjata (KSTB) menyerahkan senjata api (Senpi) jenis rakitan, maka dua anggota KSTB kembali menyerahkan Senpi jenis engkeloop kepada Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonif 725/Waroagi, Jumat (5/5). Kedua mantan KSTB yang menyerahkan tersebut adalah E (32) dan J (35).
Komandan Satgas Pamtas Yonif 725/Wrg Letkol Inf Syafruddin Mutasidasi, S.E., dalam rilis tertulisnya diterima media ini, Minggu (7/5) mengungkapkan bahwa kedua mantan KSTB tersebut J dan E mendatangi salah satu Pos Satgas Yonif 725/Woroagi, setelah diterima oleh anggota Pos kemudian kedua orang tersebut mengaku membawa senjata api jenis Engkel Loop dengan maksud ingin menyerahkan kepada anggota Pos Satgas Yonif 725/Woroagi. Penyerahan senpiyang dilakukan kedua mantan KSTB tersebut merupakan hasil dari hubungan baik dengan masyarakat.
“Kurang lebih Satgas Yonif 725/Woroagi melaksanakan tugas pengaman perbatasan RI-PNG khususnya di wilayah Boven Digoel tentunya sudah banyak melakukan interaksi dan menjalin silaturahmi dengan baik dengan masyarakat yang berada di sekitar wilayah Pos jajaran Satgas Yonif 725/Woroagi, hal ini lah yang mendasari penyerahan Senpi secara sukarela kepada Satgas Yonif 725/Wrg sesuai dengan pernyataan J dan E saat menyerahkan Senpi tersebut,” katanya.
Pada saat menyerahkan senpi itu, lanjut Dansatgas, J dan E mengajak teman-teman yang di gunung untuk menyerahkan diri guna menciptakan kedamaian di Wilayah Papua. (ulo/wen)
Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…
Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…
Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…
Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…
Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…
Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…