

JAYAPURA-Warga di sekitar Kali Siborhonyi tepatnya di Jalan Kangkung, Kelurahan Whai Mhorock, Distrik Abepura, Selasa (7/5), dikejutkan dengan penemuan jenazah seorang pria paro baya, Selasa (7/5).
Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos di lokasi penemuan mayat menyebutkan, korban bernama Teo Way (50) yang sehari-hari bekerja sebagai penggali pasir.
Yesaya Senis salah seorang warga mengatakan, sekira pukul 14.00 WIT., ia bersama istri dalam perjalanan pulang dari rumah sakit, dicegat seorang pria yang menyampaikan korban jatuh di kali. Mendapat informasi tersebut, Yesaya langsung mengecek ke lokasi.
“Saat mendengar perkataan dari tete tersebut saya langsung turun dan melihat korban dalam posisi tidur tengkurap,” ungkap Yesaya kepada Cenderawasih Pos di lokasi penemuan mayat.
Saat itu Yesaya mengaku sempat mengecek kondisi korban dan mendapati tubuh korban sudah terbujur kaku dan sudah tidak bernafas.
“Saat saya angkat, sempat saya cek dan kondisinya sudah terbujur kaku. Saya juga sempat cek pernapasanya sudah lagi tidak terasa. Kami akhirnya memutuskan untuk menghubungi pihak kepolisian,” tuturnya.
Tidak lama kemudian, anggota Polsek Abepura tiba di lokasi penemuan mayat dan langsung mensterilkan lokasi.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi penemuan mayat menyebutkan, pria paro baya bernama Teo Way sehari-hari bekerja sebagai penggali pasir. “Korban tinggal dekat saya, di sebarang jalan kurang lebih 100 meter dari lokasi jenazahnya ditemukan. Setiap hari almarhum menggali pasir di kali ini,” ungkap warga yang enggan namanya dikorankan.
Warga lainnya mengatakan, awalnya korban terlihat duduk di atas talud di pinggir Kali Siborhonyi. Di sekitar lokasi ditemukan sebotol minuman keras yang masih berisi minuman beralkohol. Belum diketahui secara pasti penyebab kematian korban.
Untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, aparat Polsek Abepura mengevakuasi jenazah ke RS Bhayangkara Polda Papua. Aparat Kepolisian juga sudah meminta beberapa saksi mata untuk dimintai keterangannya guna mengungkap penyebab kematian korban. (kim/nat)
Gubernur menegaskan, keputusan tersebut merupakan kebijakan yang tidak populer, namun harus diambil demi menjaga stabilitas…
Insiden pertama terjadi pada Senin (27/4), disusul kejadian serupa pada Selasa (28/4) sekitar pukul 11.22…
Ia menegaskan, tujuan utama negara adalah melindungi seluruh rakyat Indonesia. Karena itu, pendekatan keamanan tidak…
Hingga hari ini, meski zaman berubah, Pasar Lama Sentani tidak pernah benar-benar sepi. Di setiap…
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi KY, Abhan, yang memaparkan materi sekaligus…
Langkah ini diambil guna memastikan integritas pelayanan publik tidak terganggu oleh aktivitas pribadi di platform…