Categories: BERITA UTAMA

Freeport Kembali Raih Rekor MURI

Gelar Pertunjukan Musik Terdalam 1.220 Meter di Bawah Permukaan Tanah

JAYAPURA-Tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Setelah mencatatkan masjid dan gereja di lokasi terdalam 1.700 meter di bawah permukaan tanah dalam rekor MURI, kini pertunjukan musik yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) PTFI ke-55 tercatat sebagai peraih rekor MURI karena diadakan di lokasi terdalam, 1.220 meter di bawah permukaan tanah.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menerima penghargaan MURI yang diserahkan langsung Direktur Operasional MURI, Ngadri pada acara perayaan HUT PTFI bersama karyawan tambang bawah tanah, Kamis (7/4).

Pertunjukan musik yang diselenggarakan di kedalaman perut bumi ini, tepatnya di daerah Grasberg Block Caving (GBC) tambang bawah tanah PTFI, merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada karyawan yang tetap dapat mempertahankan produktivitasnya dalam bekerja di tengah tantangan pandemi Covid-19. Hal tersebut juga tidak terlepas dari pencapaian peningkatan produksi yang berjalan sesuai rencana.

“Ini adalah ungkapan rasa syukur atas pencapaian perusahaan, dan sekaligus bentuk apresiasi kepada karyawan. Di tengah tantangan pandemi, berkat kerja keras dan dedikasi seluruh karyawan, kita dapat mempertahankan kinerja perusahaan. Peningkatan produksi berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan aspek Kesehatan dan keselamatan kerja,” ujar Tony Wenas dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, Kamis (7/4).

Tambang bawah tanah PTFI adalah yang terbesar di dunia. Tony menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi dalam mengelola tambang dengan tingkat kesulitan tinggi adalah bagaimana mengelola aset ini sebaik mungkin melalui kegiatan produksi yang aman dan berkelanjutan, sehingga PTFI dapat berkontribusi maksimal bagi bangsa dan negara.

Tambang bawah tanah PTFI telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Papua di saat ekonomi nasional menurun di tengah pandemi Covid-19. Data BPS menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi sebesar 40.80 persen pada pertumbuhan ekonomi Papua.  “Kami menyadari bahwa pencapaian yang baik bagi Papua ini melibatkan peran seluruh pemangku kepentingan, termasuk para karyawan PTFI, Pemerintah, serta masyarakat yang terus mendukung keberlanjutan operasi kami di Mimika,” tutup Tony Wenas. (nat)

newsportal

Share
Published by
newsportal
Tags: PAPUA

Recent Posts

OPD Diingatkan Jangan Kerja Ketika Injury Time

Ia menargetkan seluruh kegiatan dan program dapat terealisasi hampir seluruhnya sebelum memasuki akhir tahun. Bahkan,…

6 hours ago

Selecao Wajib Waspadai Singa Atlas

Timnas Brasil akan menghadapi Timnas Maroko pada laga perdana Grup C Piala Dunia 2026 di…

6 hours ago

Gunakan Sebo Buff, Delapan Anggota OPM Cium Merah Putih

Delapan orang yang disebut sebagai anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap…

7 hours ago

Disosialisasikan, Rencana Pembangunan Bandar Antariksa Mendapat Dukungan

Selain itu, juga disepakati hasil sosialisasi ini akan ditindaklanjuti dalam penantanganan nota kesepahaman antara masyarakat…

7 hours ago

Pendistribusian BBM Diawasi Polisi

Publik juga khawatir dari kenaikan ini justru ada upaya mencari keuntungan sepihak termasuk menerapkan cara-cara…

8 hours ago

Belum Ada Razia Lagi, Kendaraan Modifikasi Tangki Kembali Ikut Antrian Pengisian BBM

Pengelola APMS Lasminingsih dan Anwarudin Wamena, Suyono mengaku sebenarnya kalau dikatakan pembiaran itu tidak, sebab…

8 hours ago