Categories: BERITA UTAMA

WALHI Cium Upaya Pecah Belah Warga dalam Sengketa PSN

“Terutama pemerintah pusat seharusnya melihat Papua bukan tanah kosong dan juga melihat Papua ini menjadi lahan baru garapan PSN seperti kelapa sawit, food estate, pabrik tebu, padi hingga pertambangan nikel dan batubara namun cara-cara pendekatan atau pra operasionalnya justru seperti merampas,” beber Maikel.

Lebih ia menyebut PSN ibarat memberikan karpet merah bagi kaum oligarki dan korporasi untuk merampas hak milik masyarakat adat.

Tindakan seperti ini menurutnya kerap terjadi di Papua sehingga ia mengajak masyarakat tetap teguh mempertahankan tanah adat masing-masing.

“Pemerintah juga harus menjadi penengah untuk melihat akar permasalahan yang dikelukan masyarakat. Tidak justu mendukukung kaum oligarki dan korporasi,” sindirnya.

Sementara salah satu akademisi Uncen, Prof Fredy Sokoy menyinggung bahwa pemalangan lokasi PSN di Kampung Wanam Distrik Ilwayab dengan menggunakan salib merah sebagai simbol yang dianggap sakral secara adat dan sosial. Sayangnya tak lama palang dibuka usai kunjungan Menhan.

Kondisi inipun menuai pro-kontra mengenai konsisteni masyarakat adat untuk mempertahankan tanah adatnya. Tak sedikit yang menilai pemilik hak ulayat atas tanah itu telah menerima imbalan dari pemerintah sehingga pemalangan di atas tanah yang disengketakan bisa dibuka.

Guru Besar Bidang Antropologi Universitas Cendrawasih (Uncen) Prof. Freddy Sokoy berpendapat bahwa saat ini rakyat Papua dipaksa dengan pola yang tidak wajar oleh pemerintah pusat. Kondisi ini menurutnya menjadi salah satu kegagalan serius yang dibangun pemerintah pusat kepada masyarakat Papua. Lantas ia mempertanyakan untuk siapakah PSN ini dibangun?.

Page: 1 2 3 4

Juna Cepos

Recent Posts

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka TunggalKodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

Kodam Sebut Kevin Tewas Dalam Laka Tunggal

   Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…

2 days ago

Kuasai Abepura, Agenda Demo Harus Terkendali

Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…

2 days ago

Hotel Boleh Sepi Sekarang, Tapi Jurusan Perhotelan Paling Banyak Diincar Siswa

   Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…

2 days ago

Yulianto: Banyak Masalah Tanah Belum Tuntas

​Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…

2 days ago

Hanya Bermodalkan Rp 500 Ribu, Makanan Basi Terdeteksi Lima Detik.

Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…

2 days ago

Gara-gara Tanah Dulang, Seorang Pria Tewas Dikeroyok 

   Prarekonstruksi memperagakan rangkaian dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Proses tersebut turut disaksikan…

2 days ago