Categories: BERITA UTAMA

Fraksi Demokrat Balik Sindir Bupati Biak

JAYAPURA – Pernyataan Bupati Biak Hery Nap  yang menyinggung tak adanya dukungan anggaran untuk pembangunan rumah sakit yang akan dinamakan Lukas Enembe dimana menurutnya jika  tahun 2022 ini tak  dianggarkan untuk pembangunannya maka ia tidak akan menggunakan nama Lukas Enembe dan akan mengganti dengan nama tokoh lain asal Biak yang sudah berkontribusi untuk Kabupaten Biak akhirnya mendapat tanggapan balik.

Wakil Ketua Fraksi Demokrat, Thomas Sondegau balik menyindir bahwa pernyataan tersebut dianggap salah kaprah dan ia meminta bupati melihat ke belakang soal apa yang sudah pemerintah provinsi berikan untuk Biak.

Keliru kalau mengatakan Pemprov tidak memberi perhatian sebab  sebelum – sebelumnya itu perhatian yang cukup besar justru diberikan ke Biak,” kata Thomas melalui ponselnya, Senin (5/12).

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa untuk tiga tahun terakhir memang belum ada penganggaran   untuk pembangunan rumah sakit tersebut mengingat  anggaran lebih banyak difokuskan untuk agenda PON dan bukan hanya Biak saja yang tidak mendapatkan dukungan yang maksimal tetapi ada banyak kabupaten yang anggarannya berkurang.

“Jadi tiga tahun terakhir anggaran banyak terserap untuk PON dan saya pikir kabupaten lain juga mengeluh tapi tidak menyampaikan seperti yang dilakukan Bupati Biak ini,” sindirnya.  Lalu untuk tahun 2023 ini kemungkinan masih sama dimana Pemprov belum bisa memberikan dukungan anggaran untuk pembangunan rumah sakit tersebut lantaran ada tiga provinsi baru yang membutuhkan dukungan anggaran.

“Tapi saya harus katakan bahwa  selama gubernur menjabat 2 perioden, Biak termasuk yang dapat perhatian penuh sehingga jika menyatakan pemrov tidak memberi perhatian maka itu keliru sebab pembagian dana Otsus 80 persen juga sudah dialokasikan  langsung ke kabupaten kota jadi kami pikir jangan lempar batu sembunyi tangan. Jangan salahkan gubernur lagi,” bebernya.

Pria yang juga duduk di Komisi IV bidang infrastruktur ini meminta bupati melihat ke belakang  dimana 5 tahun lalu Biak sudah digarap seperti apa dan diberikan apa.

“Pembangunan jalan di Biak Barat,  Biak Timur dan pekerjaan talud di Biak Timur itu bagian dari perhatian provinsi.  Jadi  kami anggap bahwa Bupati Biak tidak terlalu paham cerita pembangunan di Biak yang sudah dilakukan oleh provinsi,” tutupnya. (ade/wen)

newsportal

Recent Posts

Wabup Kemong Kritisi Festival Seni Budaya 2026 di Mimika: Jangan Jadi Seremoni Belaka

Diadakan untuk menyambut hari jadi ke-30 Kabupaten Mimika, festival menjadi ruang temu bagi seniman, pengukir,…

19 minutes ago

Cari Solusi Bersama Agar Pemalangan Tidak Terulang

  Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan dari pertemuan itu ada sejumlah persoalan yang disampaikan langsung…

1 day ago

2.200 Rumah Bantuan Presiden Mulai Dibangun Januari 2027

Gubernur Papua Pegunungan Dr (HC) John Tabo, SE, M.B.A menyatakan  pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan…

1 day ago

Karhutla Meluas, Pemprov Papua Selatan Perkuat Respons Cepat

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, kondisi kekeringan yang dipengaruhi fenomena El Niño meningkatkan kerawanan…

1 day ago

Tim Panitia A Turlap ke Kampung Honelama 2

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jayawijaya, Melke Mentang, S.H. menyatakan pemeriksaan fisik ini dilakukan untuk memastikan…

1 day ago

Dua Kelompok yang Berkonflik Diminta Segera Berdamai

​Kapolres Mimika, AKBP Alfredo A. Rumbiak, menyatakan aparat keamanan terus mengawal situasi di lapangan agar…

1 day ago