Categories: BERITA UTAMA

DPRP Setuju Anggaran Disiapkan Untuk Daerah DOB

JAYAPURA-Undang-Undang Daerah Otonom Baru (DOB) telah disahkan dan tinggal menunggu waktu untuk  dijalankan. DPR Papua sebagai provinsi induk ikut merespon agenda negara ini dengan mempersiapkan kebutuhan dari awal terbentuknya sebuah provinsi. Salah satunya adalah soal anggaran.

Disini DPRP nampaknya setuju – setuju saja agar ada anggaran yang disiapkan untuk mendukung provinsi baru.

Bahkan niatan ini menurut Wakil Ketua III DPR Papua, Yulianus Rumboirussy telah dibicarakan secara internal terkait dukungan apa yang harus diberikan oleh Papua untuk tiga provinsi baru tersebut.

“Kami setuju jika dalam waktu dekat atau dalam APBD perubahan ini kami berikan dukungan untuk pembiayaan tiga DOB. Pasalnya sisa berapa bulan ke depan  semua akan berjalan dan kami punya kewajiban  untuk mensuport,” beber Rumboirussy saat ditemui di Argapura, Jumat (5/8).

Ia menjelaskan secara informal pihaknya sudah berbicara dengan sekda dan semoga DPR akan mengawal agar ada pendanaan dari Pemprov Papua untuk provinsi baru.

Rumboirussy juga menyatakan bahwa untuk siapa yang akan memimpin nanti dikatakan bahwa saat ini ada ruang secara lembaga untuk memberikan pertimbangan kepada presiden soal penjabat gubernur. Dan sebagai lembaga DPRP menurut Rumboirussy segera mendiskusikan siapa sosok yang bisa diusulkan. “Kalau soal infrastruktur dan lainnya saya pikir itu urusan eksekutif  tapi untuk sosoknya yang harus dipikir, kemarin ada nama Felix Wanggai maupun John Wempi Wetipo termasuk Rektor Uncen,” kata Rumboirussy.

Diakui jika mengikuti secara aturan memang harus eselon I   tapi DPRP melihat perlu ada kebijakan khusus. Namun disini  politisi PAN ini secara pribadi menilai bahwa Sekdanya dulu yang perlu dicarikan. Sebab ia (Sekda, red) yang nanti mempersiapkan infrastruktur  dan otonominya dulu. “Sekdanya mengatur semuanya dulu barulah penjabat gubernur masuk. Kalau tidak bisa definitif paling tidak pelaksana tugas jadi ketika gubernurnya tiba, sekdanya menjemput dan menjelaskan semua,” sambungnya.

Selain itu kata dia yang terpenting adalah pengguna anggaran itu sekda dan bukan gubernur. Jadi yang bisa perintah uang keluar adalah sekda. “Jadi kalau saya melihat bahwa sebaiknya Sekdanya dulu baru penjabat  gubrnur,” tutupnya. (ade/nat)

newsportal

Recent Posts

Isu Penghentian Rekrutmen CPNS Diklarifikasi

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan fiskal daerah, mengingat beban belanja…

9 hours ago

Ikan Sapu-sapu “Serang” Danau Sentani?

Kabar terkait keberadaan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus yang ditemukan di Danau Sentani sempat membuat…

10 hours ago

Papua Krisis Tenaga Laboratorium Medik

Ia merinci, kebutuhan tenaga ATLM di masing-masing wilayah cukup tinggi. Papua Pegunungan menjadi daerah dengan…

11 hours ago

Bertahun-tahun Tugas di Nusakambangan, Sempat Tegang Saat Tiba di Lapas Abepura

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tak lagi dipandang sebagai tempat akhir dari perjalanan hidup seseorang, melainkan sebuah…

12 hours ago

Wali Kota Kembali Tegaskan Larangan Pungli di Sekolah

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menegaskan komitmennya dalam memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan…

13 hours ago

Satgas Mafia BBM Selidiki Kasus Modifikasi Tangki BBM

Kasubdit IV Tipidter Polda Papua, Kompol Agus Ferinando Pombos, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir…

14 hours ago