

Ramses Limbong (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Badai pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat ada 18.610 pekerja terkena PHK dalam kurun Januari hingga Februari 2025. Melemahnya daya beli masyarakat, efisiensi anggaran hingga kebijakan impor turut mempengaruhi PHK tersebut.
Untuk di Provinsi Papua sendiri, Pj Gubernur Papua Ramses Limbong menyebut Papua tidak terlalu terkena dampak PHK, lantaran produktivitas di sembilan kabupaten kota adalah sektor pertanian.
“Kenapa kita tidak terdampak PHK, itu karena produktivitas kita adalah pertanian. Beda dengan wilayah Jawa yang rata-rata mereka adalah buruh pabrik,” kata Gubernur Ramses, di kantor gubernur, Jumat (2/4).
Justru yang sedikit berpengaruh kata Ramses adalah okupansi hotel yang menurun drastis di Papua. Sebagaimana laporan yang diterima dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Papua.
Page: 1 2
Kejaksaan Negeri Mimika menyita uang tunai sebesar Rp300 juta dalam penyidikan kasus dugaan korupsi proyek…
Yotam juga mengaku mengetahui pemerintah telah memiliki sertifikat atas lahan itu melalui informasi yang diperoleh…
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, mengatakan saat ini Kabupaten Jayapura…
Ketua Himpunan Peternak Ayam Ras (HIPAR) Merauke Thomas Kimko, mengapresiasi berbagai program bantuan peternakan ayam…
- Bupati Keerom, Piter Gusbager memastikan bahwa branda Kabupaten Keerom atau kawasan Kampung Yowong, Distrik…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Markus Axel Panggabean, …